Ini Ruko Tempat Imigran Bangladesh Disekap, Warga: Selama Ini Keadaan Senyap

Rumah pertokoan (Ruko) di kawasan Kampung Lalang, Jalan Pantai Barat, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Ruko tempat WNA asal Bangladesh dikumpulkan, Rabu (6/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Rumah pertokoan (Ruko) di kawasan Kampung Lalang, Jalan Pantai Barat, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara, terpaksa didobrak oleh warga, Selasa (5/2/2019) malam.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan di lokasi kejadian pada Rabu (6/2/2019).

Salah seorang warga yang diketahui bernama Eva mengatakan, tidak tahu selama ini jika ada ratusan orang disekap di dalam ruko itu.

"Jadi awalnya anak-anak muda yang nongkrong di depan kede. Curiga Kok ada suara ribut-ribut di dalam ruko itu. Selama ini tidak ada suara," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Karena curiga, sambung Eva, dilihat anak-anak muda di sini ke ruko tersebut.

"Kok rame kali orang. Penjaganya marah. Jadi anak-anak muda di sini lapor ke Kepling. Setelah melapor, jadi sama warga didobrak paksa. Begitu keluar kami lihat banyak orang, yang mana sebagian lemas. Warga di sini memberikan minuman kepada mereka," ucapnya.

Seratusan diduga imigran warga Bangladesh ditemukan di salah satu ruko.
Seratusan diduga imigran warga Bangladesh ditemukan di salah satu ruko. (Tribun-Medan.com/M.Fadli)

Alhasil, warga berhasil mendobrak pintu besi ruko, betapa terkejutnya masyarakat sekitar ternyata ada ratusan warga imigran yang berasal dari Bangladesh.

Diduga para imigran Bangladesh ini sudah berbulan-bulan berada di dalam rumah pertokoan berlantai dua tersebut.

Pantauan Tribun Medan di lokasi kejadian, ruko berlantai dua dengan cat tembok berwarna putih, dalam keadaan tertutup rapat.

Bagian kaca jendela di lantai dua, dalam keadaan pecah. Pintu luar di lantai dua juga terlihat rusak.

Sementara pintu utama ruko yang kurang lebih berukuran tiga meter tersebut dalam keadaan digembok.

Informasi sebelumnya yang berhasil dihimpun, beberapa warga di sana terlihat memberikan makanan lantaran para imigran dalam kondisi kelaparan.

Usai mendapati kondisi seratusan warga negara asing tersebut, masyarakat sekitar pun menghubungi pihak kepolisian Polsek terdekat.

Oleh petugas, seratusan imigran tersebut diboyong ke Mapolrestabes Medan untuk pendataan, Rabu (6/2/2019) dini hari.

Usai melakukan pendataan, Petugas Kepolisian Polrestabes Medan memberi makanan dan minuman pada imigran Bangladesh tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved