Ramadhan Pohan Belum Juga Dieksekusi, PN Medan Ngaku Belum Terima Salinan Kasasi

Kejati Sumut hingga kini belum menerima salinan putusan kasasi Ramadan Pohan dari Mahkamah Agung

Ramadhan Pohan Belum Juga Dieksekusi, PN Medan Ngaku Belum Terima Salinan Kasasi
Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan
Ramadhan Pohan tampak sedang tertidur pulas saat menunggu giliran sidang di Ruang Cakra I PN Medan, Kamis (23/2/2017). (Tribun-Medan.com/ Azis Hasibuan) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) hingga kini belum menerima salinan putusan kasasi Ramadan Pohan dari Mahkamah Agung (MA). 

Padahal putusan tersebut sudah dua pekan dikeluarkan oleh MA, yang mana MA menolak permohonan kasasi politikus Partai Demokrat itu.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian yang dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (8/2/2019) mengatakan jika salinan putusan baru akan diambil jika sudah diterima oleh Pengadilan Negeri Medan.

"Belum ada kita dapat kabar dari pengadilan. Kalau sudah dapat pasti kita jeput untuk dicermati dan melakukan eksekusi. Ini belum ada," ujarnya.

Meski salinan putusan menyatakan Ramadan Pohan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan, Sumanggar mengaku Kejati belum melakukan pencekalan. Kejati, imbuhnya akan melakukan hal tersebut usai menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dari Pengadilan Negeri Medan.

"Belum, belum ada pencekalan. Kita akan melakukan pencekalan setelah menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Nanti kan di situ ada poin penting yang bisa kita laksanakan," ucap mantan Kepala Cabang Kejari Karo di Tigabinanga.

Hal yang sama dibenarkan oleh pihak Pengadilan Negeri Medan melalui Humasnya Jamaluddin MH. Kepada Tribun Medan saat ditemui di sela-sela sidang, Jamaluddin mengaku PN Medan masih menunggu.

"Belum adinda, kita masih menunggu. Saya sudah tanya tadi ke pihak Pidana, memang belum ada (Salinan Kasasi Ramadhan Pohan)," ujar Jamaluddin.

Saat disinggung mengapa proses penyerahan salinan Kasasi MA ke Pengadilan menghabiskan waktu berlarut-larut, Jamaluddin tak bisa memastikan.

"Itu wewenang Mahkamah Agung. Kita hanya menerima. Soal biasanya berapa lama akan diberikan saya tidak bisa bilang. Kasasi itu ranahnya Mahkamah Agung. Bisa berbeda-beda waktu pengirimannya ke pengadilan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved