Cinta dan Benci Alvaro Morata Pada Laga Derbi Madrid

Pada debut Morata, pekan lalu, saat kalah dari Real Betis, 0-1, sejumlah fans menyambungkan kekalahan itu dengan kehadiran sang pemain.

Tayang:
Instagram / atleticodemadrid
Alvaro Morata resmi menjadi penyerang Atletico Madrid, Senin (28/1/2019). 

Pilihan penyerang bernomor punggung 22 itu tidak banyak. Pendukung Atletico menuntut pembuktian cinta sang pemain. Mereka masih ragu karena Morata adalah bagian dari kesuksesan rival selama bertahun-tahun, termasuk merebut gelar La Liga dan Liga Champions pada dua musim lalu.

Juga, sebelumnya Morata melakukan selebrasi dengan berlari-lari memutari stadion Wanda Metropolitano, markas baru Atletico, saat dia mencetak gol bersama Chelsea di Liga Champions. Terlihat saat itu Morata sudah melupakan kecintaan di klub masa kecilnya.

Rasa benci itu masih menyengat di benak penggemar Atletico. Pada debut Morata, pekan lalu, saat kalah dari Real Betis, 0-1, sejumlah fans menyambungkan kekalahan itu dengan kehadiran sang pemain.

Fans fanatik Atletico, Frente Atletico, melayangkan protes kepada Diego Simeone karena telah memboyong Morata dari Chelsea. Mereka lebih menyukai Simeone memakai pemain muda akademi seperti Borja Garces ataupun Victor Mollejo. Keduanya sempat menjalani debut musim ini, tetapi jarang ditampilkan lagi.

Morata mencoba meyakinkan cintanya kepada Atletico. “Orang-orang yang tahu latar belakang saya dan dimana saya berasal, sejarah, serta yang berarti bagi saja pasti mengerti. Yang lalu biarlah berlalu, kita tidak bisa mengubahnya,” ucapnya setelah pindah dari Chelsea.

Legenda Madrid Bernd Schuster, yang pernah hijrah dari El Real ke Atletico, justru menyayangkan kepindahan Morata ke tim rival. “Saya terkejut dengan kehadiran Morata di Atletico. Saya tidak tahu apakah tim ini cocok untuknya. Sata rasa dia salah meninggalkan Madrid,” kata pelatih Madrid musim 2007/2008 tersebut.

Tidak hanya Morata. Pertandingan ini juga menjadi reuni bagi kiper Madrid Thibaut Courtois dan pelatih Santiago Solari. Seperti diketahui Courtois bersinar bersama Atletico pada 2011-2014. Sedangkan, Solari, saat menjadi pemain, pernah mengkhianati Atletico dengan pindah ke Madrid pada tahun 2000.

Pertandingan rival sekota tak melulu menyangkut harga diri, tentang siapa yang menang dan mana yang kalah. Derbi kali ini lebih personal, menyangkut cinta dan benci. Khususnya bagi Morata, seorang anak kelahiran Madrid yang harus memilih cintanya terhadap dua klub yang saling membenci.

(AFP/REUTERS)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.Id dengan judu Segitiga Cinta dan Benci Alvaro Morata

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved