Inilah Penyebab Kenapa Orang Tak Bisa Hidup Tanpa Telepon Pintar

Penelitian itu juga mengungkap ketergantungan manusia dengan telepon pintar karena sejarah evolusi manusia.

Istimewa
Menggunakan handphone 

TRIBUN-MEDAN.com-Telepon pintar telah menjadi teman tetap manusia. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, 46 persen orang dewasa melaporkan tidak bisa hidup tanpa telepon pintar.

Penelitian itu juga mengungkap ketergantungan manusia dengan telepon pintar karena sejarah evolusi manusia.

Laporan kajian berjudul ”Ponsel Cerdas dan Hubungan Dekat: Kasus untuk Ketidakcocokan Evolusi” itu dimuat dalam jurnal Perspectives on Psychological dan dipublikasikan juga dalam Sciencedaily.com, 11 Februari 2019.

Kajian dilakukan David A Sbarra dari Departemen Psikologi Universitas Arizona serta Julia L Briskin dan Richard B Slatcher dari Departemen Psikologi Universitas Negeri Wayne, Detroit, AS.

KOMPAS/PRIYOMBODO
Pengunjung Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memperhatikan pergerakan indeks melalui telepon pintarnya, Senin (15/10/2018).

Mengutip Pew Research Center, tahun 2016, di seluruh dunia, lebih dari 2 miliar orang memiliki telepon pintar.

Sebanyak 77 persen orang Amerika mengakses telepon pintar setiap hari, berinteraksi di situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau Snapchat.

Lebih dari seperempat orang di Amerika Serikat melaporkan mengakses telepon pintar hampir terus-menerus.

Dalam survei Pew Research Center tahun 2015, sebanyak 46 persen orang dewasa melaporkan bahwa mereka tidak bisa hidup tanpa telepon pintar.

KOMPAS
Pengunjung menjajal telepon pintar yang dipajang di salah satu stan pameran Mega Bazaar Computer di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam kajiannya, Sbarra dan rekan-rekannya mengusulkan penjelasan mengapa manusia begitu tertarik pada telepon pintar, bahkan ketika perangkat itu membuat orang keluar dari momen hubungan dekat antarmanusia. ”Hal itu karena sejarah evolusi kita,” tulis mereka.

Manusia terprogram untuk terhubung dengan orang lain.

Dalam perjalanan sejarah evolusi, manusia mengandalkan hubungan erat dengan jaringan kecil keluarga dan teman untuk bertahan hidup sebagai individu dan sebagai spesies.

Hubungan ini didasarkan pada kepercayaan dan kerja sama yang dibangun ketika orang mengungkapkan informasi pribadi tentang diri mereka sendiri dan responsif terhadap orang lain.

Telepon pintar dan akses konstan yang mereka berikan melalui pesan teks dan media sosial memudahkan orang untuk mengungkapkan informasi pribadi dan menanggapi orang lain di jejaring sosial mereka.

Jaringan ini lebih besar dan lebih jauh daripada jaringan nenek moyang manusia.

KOMPAS
Beragam pasar aplikasi tersedia untuk dimanfaatkan pengguna telepon seluler pintar demi mendapatkan aplikasi yang bisa dipasang di perangkat mereka, Kamis (17/9/2015).

Gambar atau tarikan telepon pintar terhubung ke modul yang sangat tua di otak yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved