Kronologi Perampokan dan Pembunuhan Lina yang Dilakukan Tetangga Sendiri

Sejak berpisah dengan suaminya, Lina tinggal sendiri di rumahnya. Kedua anaknya memilih tinggal di Singapura.

TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
DirKrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan (kemeja putih) saat bertanya kepada Ridwan 

Karena korban tidak memberikan hutangnya, pelaku langsung mengambil pisau yang sudah ia bawa dan menghabisi korban.

Andi menyatakan pelaku dan korban ini saling kenal. Jadi, kata Andi, bisa saja alasannya bertamu.

"Tapi niat merampok dan membunuh sudah ada di pikiran Ridwan,"ujarnya.

Sebelumnya, Tim gabungan Krimum Polda Sumut dan Polres Binjai dalam kurun waktu 12 jam menangkap pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Lina alias Nui Nui (56) warga Jalan Mesjid, Gang Belimbing, Lingkungan III, Kelurahan Pekan Binjai.

Penangkapan tersebut dipaparkan langsung oleh DirKrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan di pelataran DitKrimum Polda Sumut.

Ia menyatakan pelaku diketahui bernama Ridwan Wongso (40) warga Jalan Zainal Zakse, Gang Belimbing, Kelurahan Pekan Binjai ini, ditangkap, selang 12 jam usai melakukan aksinya.

"Pelaku ditangkap di kawasan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai pukul 06.00 WIB tadi,"katanya, Senin (11/2/2019).

Ia mengaku, Ridwan terpaksa dilumpuhkan dengan cara menembak kedua kakinya pascatidak mengindahkan tembakan peringatan petugas saat hendak mengamankan dirinya.

 Lina (57) warga Jalan Mesjid, Gang Belimbing No 22, Lingkungan III, Kelurahan Pekan Binjai, tewas pascarumahnya dirampok.

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting menceritakan kali pertama pihaknya mengetahui janda ini meninggal dunia dari masyarakat.

Pertama itu, sambungnya, anak korban yang diketahui bernama Wandyanto menghubungi ibunya, Lina (korban) pada Minggu (10/2/2019) sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan handphone.

"Setelah dihubungi secara berulang-ulang oleh Wandyanto anak korban yang berdomisili di Singapura, selanjutnya anak korban menghubungi teman ibunya yang diketahui bernama Lulu. Di situ anak korban bertanya kenapa ibunya ditelpon berulang-ulang, namun tak kunjung mengangkat telpon darinya,"kata Siswanto mengulang perkataan anak korban, Minggu (10/2/2019).

Ia mengaku anak korban meminta teman ibunya Lulu (47) yang merupakan warga jalan Ahmad Yani No 82, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota untuk melihat rumah ibunya melalui sebrang telpon.

"Lulu langsung mendatangi rumah korban dan menggedor pintu rumahnya. Dan ternyata tidak juga dibuka. Lantas Lulu langsung menghubungi Wandyanto untuk memberitahukan bahwa pintu rumah orangtuanya tidak dibuka,"ujarnya.

Mendengar hal itu, Wandyanto menyuruh Lulu untuk memanggil tukang kunci agar rumahnya bisa dibuka.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved