Meski Macan Tutul Kerap Serang Manusia, Pakar Ungkap Alasan Hewan Buas Ini tak Perlu Ditembak

Meski Macan Tutul Kerap Serang Manusia, Pakar Ungkap Alasan Hewan Buas Ini tak Perlu Ditembak

Editor: Tariden Turnip
EPA/STR
Meski Macan Tutul Kerap Serang Manusia, Pakar Ungkap Alasan Hewan Buas Ini tak Perlu Ditembak. Macan tutul yang tersesat melukai enam orang sebelum ditangkap di kota Jalandhar, India utara. 

Meski Macan Tutul Kerap Serang Manusia, Pakar Ungkap Alasan Hewan Buas Ini tak Perlu Ditembak

TRIBUN-MEDAN.COM - Macan tutul semakin sering muncul di kota besar India.

Mereka ditemukan di seluruh negeri. Berdasarkan sensus macan tutul yang pertama kali dilakukan di India pada tahun 2015, jumlahnya diperkirakan antara 12.000 sampai 14.000 ekor.

Sebagian besar binatang ini tinggal di luar "daerah dilindungi" - sering kali hidup bersama-sama manusia.

"Kota-kota kami kaya sumber daya untuk mereka. Anjing, babi dan sapi adalah mangsa yang mudah didapat bagi macan tutul," kata ahli biologi di Pune, Vidya Athreya.

Dia telah mengkaji konflik manusia-macan tutul selama 15 tahun terakhir.

Makanan kota

Para peneliti Australia yang mengkaji macan tutul Mumbai itu menyimpulkan - boleh percaya atau tidak - binatang ini berguna bagi manusia.

Pengendalian masyarakat penting untuk mengurangi jumlah korban manusia.
Pengendalian masyarakat penting untuk mengurangi jumlah korban manusia/REUTERS.

Mumbai memiliki daerah hutan lindung di dalam batas kota di mana 40 ekor macan tutul hidup.

Sebagian binatang tersebut secara teratur keluar dari hutan, berkeliaran di dekat pemukiman dengan gedung bertingkat.

"Anjing liar merupakan 25% sampai 58% susunan makanan macan tutul. Kami memperkirakan dalam setahun macan tutul memangsa sampai 1.500 anjing," ungkap Christopher O'Bryan dari Universitas Queensland.

"Dengan membunuh anjing, mereka mengurangi risiko transmisi rabies. Kami memperkirakan kehadiran macan tutul dapat menyelamatkan sampai 90 nyawa manusia setiap tahunnya," katanya kepada BBC.

Kepadatan anjing

Makalah tersebut juga menyatakan kepadatan anjing liar yang ditemukan di bagian kota tersebut hanyalah 17 km2 dibandingkan 600 km2 wilayah keseluruhan Mumbai.

Peneliti mengatakan macan tutul di Mumbai memangsa anjing liar.
Peneliti mengatakan macan tutul di Mumbai memangsa anjing liar/SGNP/NIKIT SURVE.

Alexander Braczkowski, salah satu penulis laporan mengatakan kemampuan menyesuaikan diri merupakan kunci mengapa macan tutul dapat bertahan hidup di daerah banyak penduduk.

"Mereka hidup di lingkungan setengah-perkotaan dan memakan mangsa kecil. Di Southern Cape, Afrika Selatan, binatang pengerat merupakan 40% susunan makanan macan tutul. Harimau tidak akan mampu melakukan itu," katanya.

"Macan tutul berkemampuan menggunakan lingkungan, bukan hanya untuk bergerak tetapi juga untuk memangsa dan berkembang biak."

Macan tutul jarang menjadi pemakan manusia tetapi kuku dan dagu mereka yang kuat dapat menyebabkan luka yang membahayakan nyawa.

macan tutul
Para ahli mengatakan setelah dikurung dalam tempat yang kecil, macan tutul menjadi panil dan menyerang manusia/ANANTHASUBRAMANIAM.

"Di daerah pedesaan manusia dan binatang hidup bersama. Macan tutul memasuki kota untuk mendapatkan mangsa mudah saat malam hari dan ketika mereka tersesat, terjadi kekacauan," kata Vidya Athreya.

Sumber: bbc
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved