BPODT Berencana Sulap Parapat Monkey Forest jadi Atraksi Wisata Berkelas
Monkey Forest punya potensi value tinggi, tinggal bagaimana caranya mengelola Monkey Forest untuk mendatangkan perekonomian
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Namun Manik sebagai pawang dan keluarganya perlu dihargai karena dia adalah kuncinya. Tanpa dia, kita akan sulit mengelola Monkey Forest Sibaganding.
"Siapa yang akan memanggil monyetnya?," sebut Arie.
Selama ini, BPODT sudah membangun tempatnya bagus tapi kalau monyetnya tidak ada yang datang, percuma saja. Manik punya psikologis yang dekat dan dengan meniup trompet bisa datang semua itu luar biasa, gila juga.
Itu atraksi yang luar biasa, tidak semua orang bisa melakukan. Meskipun terompetnya sama tetapi kalau saya yang tiup, mungkin tidak datang keranya.
"Ini ada skill khusus dan anggap saja seperti juru masak sebuah restoran yang tenar. Kalau juru masaknya diganti, makanan restorannya bisa enggak enak lagi," ucapnya.
"Semua punya peranan masing-masing dan harus dijalin dengan baik. Saya pikir ini tidak butuh waktu lama, enam bulan ini sudah bisa running. Kami juga sudah bicara dengan pihak Aek Nauli soal biaya," jelas Arie.
(Mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/parapat-monkey-forest2.jpg)