Erick Thohir Paparkan Dua Kartu Sakti dari Jokowi Khusus Millenial di Medan
Kartu Indonesia Pintar Kuliah ini akan membantu biaya pendidikan. Membantu biaya pendidikan dari anak usia dini hingga kuliah.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengemukakan sejumlah program unggulan bagi generasi millenial dari Capres Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat pemaparannya di acara 'ngobrol bareng Erick Thohir' yang diselenggarakan di Manna House, Medan.
Erick mengatakan, program baru yang digagas berupa dua kartu 'sakti' yakni KIP-Kuliah dan Kartu Pra Kerja.
"Kartu Indonesia Pintar Kuliah ini akan membantu biaya pendidikan. Membantu biaya pendidikan dari anak usia dini hingga kuliah," ujarnya, Kamis (28/2/2019).
Kemudian, untuk mendukung persiapan tenaga kerja unggul, kata Erick, Jokowi sudah punya berbagai program vokasi.
Program vokasi itu akan diperkuat dengan program baru yaitu Kartu Pra-kerja. Kartu ini akan membantu para pencari kerja meningkatkan keterampilan mereka.
Nantinya,dengan memegang Kartu Pra-Kerja para generasi millenial dipersiapkan dengan pembekalan baik teknik komputer, bahasa Inggris dan lainnya.
"Di setiap pelatihan akan disediakan uang transportasi untuk mengikuti training bagi para jobseekers ini. Bila kita bertanya anggarannya dari mana, sudah ada di APBN kita yakni sebanyak 20 persen untuk pendidikan. Kita tinggal re-focus saja," katanya.
Erick menjelaskan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah yang dapat menampung 37 juta orang kalangan millenial yang mencari kerja dan 67 juta orang yang memiliki keperluan untuk pindah kerja.
Pada acara yang digagas oleh Komunitas Kita Satu itu, Erick mengatakan, Jokowi tekah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para millenial.
"Pada debat kedua kemarin sudah sangat jelas komitmen Pak Jokowi mendukung kebutuhan millenial. Sekarang sudah dijalankan program wifi, Palapa Ring dan juga fyber optik sebagai infrastruktur digital," katanya.
Nantinya,kata Thohir, semua infrastruktur digital yang telah dibangun membantu para millenial dalam menjawab berbagai tantangan revolusi industri 4.0.
"Generasi sekarang harus menjadi ujung tombak bangsa ini, di tahun 2045 kita menduduki peringkat 4 ekonomi terbesar di dunia," katanya.
Erick juga sempat mengulik keberhasilan Asian Games beberapa waktu lalu. Menurutnya, kesuksesan tersebut diraih karena militansi 15 ribu kaum millenial menyelenggarakan acara.
"Ini era kolaborasi. Jadi kita harus gotong-royong agar berhasil," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ohir-erick-menjelaskan-kegunaan-dua-program-baru-jokowi.jpg)