Fakta Terbaru Terungkap - Kasus Adik Bunuh Abang Kandung di Hadapan Ayahnya

Andi mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, Anang Afandi (30), korban penikaman itu merupakan sosok yang baik di mata tetangga.

tangkap layar tribunnews
Ilustrasi korban perkosaan (foto tak terkait berita): Gadis asal Pringsewu, Lampung berinisial AG (18) menjadi korban pelampiasan nafsu ayah kandung, kakak, dan adiknya. (tangkap layar tribunnews) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang lelaki menikam kakak kandungnya hingga berujung tewas di Dusun Nangkojajar, Desa Kalicinta, Kotabumi Utara, Lampung Utara.

Mirisnya, peristiwa penikaman yang terjadi pada Rabu (27/2/2019) tersebut terjadi di hadapan ayah mereka, Muhammad (65).

Terkait peristiwa tersebut, Andi Prabowo, kepala Dusun di lokasi kejadian mengungkapkan kesaksiannya.

"Pelaku itu adiknya korban. Adik kandung korban," kata Andi, seperti dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Lampung Tv, Kamis (28/2/2019).

"Pelaku itu memang ada tekanan mental. Ada tekanan batin, ada kekurangan," jelas Andi kemudian.

Panji Saputra alias Puput (27) mengaku telah membunuh kakak kandungnya, Anang Afandi (30), Rabu (27/2/2019)
Panji Saputra alias Puput (27) mengaku telah membunuh kakak kandungnya, Anang Afandi (30), Rabu (27/2/2019) (Capture Lampung TV)

Andi kemudian menerangkan bahwa pelaku mulai terlihat depresi semenjak bercerai dengan istrinya.

"Dulu pernah kerja di Jawa, sudah nikah juga. Tapi entah kenapa kemudian berpisah dengan istrinya."

"Nah setelah itu kemudian, terjadilah drop mental, depresi," terangnya.

Andi mengaku dirinya tak menyangka ada kejadian penikaman tersebut terjadi di wilayahnya.

"Ya saya sangat kaget karena ternyata sudah ada penujahan (penikaman) itu. Karena setahu saya, seinformasi saya kan belum terjadi," tutur Andi.

Ia mengimbau kepada siapa saja yang mengalami kejadian semacam itu agar mencegahnya.

"Makanya kalau ada kejadian kaya begitu, hindarkan. Jangan sampai terjadi," ucap Andi mengingatkan.

Andi mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, Anang Afandi (30), korban penikaman itu merupakan sosok yang baik di mata tetangga.

"Beliau nyadap karet. Ya baiklah. Kadang dimintain tolong untuk jaga, dia mau," tukasnya.

Sementara itu, kakak pertama korban, Rayi Endang mengungkapkan bahwa ia dan anggota keluarga lainnya sempat mencegah agar Puput tak melakukan penikaman.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved