Serah Terima Pasar Kampung Lalang Digelar Selasa, Prioritas Kios untuk Pedagang Lama
Rusdi menuturkan bahwa PD Pasar akan mengutamakan penyerahan kios kios kepada pedagang lama.
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Proses serahterima pasar Kampung Lalang kepada PD Pasar, menurut Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya, akan dilaksanakan Selasa (5/3/2019).
Nantinya, pihak Pemko Medan akan menyerahkan pengelolaannya kepada PD Pasar.
"Iya, rencananya Selasa (5/2/2019) serah terima akan dilakukan oleh pihak Pemko ke PD Pasar," ujar Rusdi Sinuraya melalui sambungan telepon, Minggu (3/3/2019) sore.
Rusdi menuturkan bahwa PD Pasar akan mengutamakan penyerahan kios kios kepada pedagang lama, disamping adanya keinginan dari calon-calon pedagang baru.
"Kita fokus ke pedagang lama dulu lah ya," sambungnya.
Rencananya PD Pasar akan menggunakan mekanisme cabut nomor untuk menentukan lokasi mana yang nantinya akan didapat oleh para pedagang. Hal itupun dinilai lebih adil dan dirasa tidak pilah pilih.
Disinggung proses serahterima yang dinilai lambat, Rusdi mengatakan bahwa butuh waktu dan berbagai tahap sebelum akhirnya Pasar Kampunglalang diserahterimakan ke PD Pasar.
"Ada beberapa proses memang yang memakan waktu cukup lama. Dari Kontraktor dulu ke Dinas Perkim, setelah dinilai baik, baru diserahkan ke Pemko Medan hingga akhirnya ke kita, (PD Pasar)" pungkas Rusdi.
Sebelum adanya kabar baik tersebut, sejumlah pedagang mengeluhkan lambannya proses serah terima pasar. Padahal menurut beberapa pedagang yang diwawancarai Tribun Medan, kondisi fisik Pasar Kampunglalang sudah cukup layak untuk digunakan melakukan perdagangan.
"Entah, saya belum tahu masalahnya makanya belum juga diserahterimakan kios-kios yang digedung (pasar revitalisasi) itu sama kami (pedagang)," ujar salah seorang wanita yang kini berdagang sayur di pinggir jalan.
Keluhan yang sama dikatakan oleh Yono, salah seorang pedagang buah. Ia menuturkan, bahwa dia dan para pedagang lainnya pun terpaksa harus berdagang ditepi jalan atau ditempat mana saja yang dianggap strategis untuk melakukan transaksi jualbeli.
"Ya terpaksalah, mau jualan dimana lagi. Lapak kami yang dulu sudah digusur sama Satpol PP waktu itu. Sekarang dimana yang kami rasa tempat itu bagus untuk kami jualan, ya disitulah kami jualan. Tahunya kami sebenarnya tak boleh jualan dipinggir jalan kayak gini, bikin macet. Tapi mau jualan dimana lagi, memang disini yang banyak pembelinya", Ungkap Yono.
Saat ditanya mengapa dirinya tak mau direlokasi oleh pihak Pemko Medan ketempat sementara yang telah disediakan selama pembangunan revitalisasi Pasar Kampunglalang. Yono menyebutkan, bahwa lokasi tersebut tidak strategis.
"Iya, memang dulu disediakan lapak jualan sementara untuk kami selama pembangunan pasar ini, tapi tak ada pembeli disana. Tempatnya agak jauh dari sini, dekat Lottemart (jalan Gatot Subroto, Medan) sana, siapa yang mau belanja disana. Udah pernah dicoba (berdagang) disana, tak ada yang mau datang belanja kesana, hilang lah langganan kami," tuturnya.
Atas semua keluhan itu, para pedagang Pasar Kampunglalang pun berharap kepada pihak Pemko Medan agar segera melakukan proses serah terima lapak dagangan di Pasar Kampung lalang yang telah direvitalisasi itu kepada mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lokasi-gedung-baru-pasar-kampung-lalang-yang-suda.jpg)