TRIBUNWIKI: Tip Top Restaurant, Wisata Kuliner Legendaris Kota Medan

Menu tersebut merupakan Roti Moorkop dan Ice Cream Moorkop, Carmen, serta Ystaart.

Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Tip Top Restaurant di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 92, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Senin (4/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tip Top merupakan tempat kuliner legendaris di Kota Medan. Rentang 90 tahun keberadaannya restaurant ini masih saja eksis. Meski kini sudah memasuki era generasi Z.

Arti nama Tip Top diambil dari bahasa Inggris yaitu sempurna.

Menu khas dari tahun 1929 Tip Top masih dipertahankan sampai saat ini.

Menu tersebut merupakan Roti Moorkop dan Ice Cream Moorkop, Carmen, serta Ystaart. 

Ice Cream tersebut masih memakai bahan Slagroom (sekarang dikenal dengan whip cream atau red) yang dibuat dengan susu murni dan tanpa pengawet.

“Tungku kayu tahun 1934 pun masih digunakan Tip Top untuk membuat Roti Moorkop. Bagitu juga mesin pembuatan Ice Cream tahun 1934 yang masih dipakai sampai saat ini dan cara pembuatannya masih tetap sama,” ucap Didrikus Kelana, satu di antara pengelola Tip Top.

Didrikus Kelana yang sering dipanggil Kus menjelaskan sejarah awal Tip Top ada di Kota Medan. Tip Top berdiri pada tahun 1929 di Jalan Pandu, saat itu namanya bukan Tip Top melainkan Jangkie yang merupakan nama pendirinya sendiri.

Namun, pada tahun tersebut Jangkie membuka toko di Jalan Pandu hanya menjual bakery saja. Pada tahun 1934 Jungkie pindah ke Jalan Kesawan dan namanya pun diganti Jungkie menjadi Tip Top. Setelah pindah, Jungkie pun tidak hanya menjual bakery, tetapi Jungkie menambah menu Western food, Chines food dan Indonesia food serta Homed Ice Cream.

“Jadi menunya mangkin banyak. Menu andalan untuk Western itu di Tip Top, ada Beef Steak lidah, Beef Omellate, Bitterballen, Pancake, seperti itu kalau untuk Western. Termasuk juga Chines Food, ” katanya.

Kus juga menjelaskan tentang bangunan Tip Top sebelum ditempati oleh Junkie. Ternyata sudah ada pada tahun 1920, yang dipakai oleh Kongsi Pedagang Cina. Kemudian, bangunan Tip Top di diding paling depan masih asli dan belum ada rehab, begitu juga dengan lantainya masih asli pada saat zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Tahun 1942, pada zaman pejajahan Jepang nama Tip Top kembali lagi semula menjadi Jungkie. Sebab, saat pada massa itu tidak boleh memakai tulisan bahasa Inggris. Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, nama Jungkie ditukar kembali menjadi Tip Top.

“Memang pada massa Jepang masuk dahulu, saya diceritakan pendirinya juga dari keluarga Pak Jungkie. Dahulu kokinya itu orang bule dari Belanda, jadi pada zaman Jepang mereka disuruh pulang. Jadi untung bisa bertahan karena masih ada kokinya orang Indonesia ya, kalau enggak udah padam la ya,” ujarnya.  

Hal yang terkait sejarah Tip Top sampai ke tangan Kus untuk meneruskan usaha tersebut. Ia menerangkan bahwa Tip Top pertama sekali pindah ke tangan ayahnya melalui keluarga Jungkie pada tahun 1980. Hal ini dikarenakan ada hubungan Jungkie dengannya tetapi bukanhubungan saudara langsung, melainkan di level kakeknya ada memiliki hubungan saudara dengan Jungkie.

Kemudian, setelah ayah Kus meninggal dunia di tahun 2015. Kus melanjutkan usaha Tip Top tersebut. Ia merupakan generasi ke tiga penerus usaha di Tip Top. Pasang surut Kus lewati bersama ayahnya saat itu, hingga pada massa krisis moneter tahun 1998 mengalami polemik di Tip Top. Polemik tersebut merupakan berkurangnya 70 persen wisatawan asing berkunjung ke Tip Top. Namun, begitu pun Tip Top masih eksis sampai sekarang.

“Sebelum massa krisis moneter banyak wisatawan asing berkunjung kemari, karena ingin mengobati rindunya pada massa itu. Saat itu ada pesawat dari Amsterdam langsung ke Medan, jika meraka sudah mendarat, rame la orang bule di Tip Top ini. Tidak hanya wisatawan asing tetapi Presiden pertama Soekarno pernah kemari, itu saya dengar infonya dari anak penari yang menyambut kedatangan Soekarno pada saat itu,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved