Raih Medali Emas pada Kejurda Forki 2019, Dessyinta Mengaku Kurang Puas, Srunita Senang

Peraih Juara 1 kumite +68 kg senior putri Gothenburg Open Swedia 2018 ini mengaku masih merasa kurang puas.

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Dessynta Banurea (Tangah) peraih medali emas Kejurda Forki Sumut 2019 dan Juara 1 kumite +68 kg senior putri Gothenburg Open Swedia 2018. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karateka putri asal Medan, Dessyinta Banurea menjadi salah satu dari belasan kontingen Forki Medan yang berhasil meraih medali emas di nomor perorangan pada Kejurda Forki Sumut 2019.

Di partai Final, Dessyinta yang turun di Kelas senior Kumite +68 kg berhasil mengalahkan Putri Dilla yang juga juniornya di Forki Medan dengan skor tipis 3-2.

"Yang final skor 2-0. Tipis. Pas main final kaki sudah berat kali, soalnya pemanasan gak bisa maksimal, jadi kurang enak tandingnya," ujarnya.

Namun, meski berhasil meraih juara satu pada Kejurda Forki tersebut, Peraih Juara 1 kumite +68 kg senior putri Gothenburg Open Swedia 2018 ini mengaku masih merasa kurang puas dengan hasil pertandingan secara keseluruhan.

Menurutnya, karena di tiga menit waktu bertanding di partai final itu dirinya tidak mampu mengambil poin maksimal dalam mengalahkan lawannya.

"Kurang puas, karena pinginnya kan tunjukin yang terbaik, apalagi kan dilihat sama pak ketua KONI Sumut. Tapi termasuk bagus juga (hasilnya) karena kan jarak tanding dengan yang kemarin (USU Cup) kan seminggu, sudah gitu latihan-latihan kemarin kan gak maksimal," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Dessynta, setelah usai Kejurda Forki tahun dirinya akan kembali mulai giat latihan membenahi diri untuk kejuaraan bergengsi selanjutnya.

Apalagi jika jadi mengikuti Piala KASAD di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 22-24 Maret mendatang, Dessyinta mengaku belum mengenal semua lawan dan harus mencoba kembali mempelajari karakter lawan tandingnya.

"Persiapan yang lain kan dikasih tahu sama Pelatih akan mulai masuk ke pemusatan latihan di Cemara hijau. Ya harus membenahi dari awal lagi sih, fisik, teknik, strategi. Soalnya di piala KASAD nanti aku kan belum lihat lawan-lawannya lagi. Pasti kan banyak yang junior-junior sudah naik sekarang," kata karateka yang masuk dalam jajaran peringkat 54 besar dunia atau World karate Federation (WKF) ini.

Sementara itu, diwawancara terpisah, karateka Putri asal Forki Langkat Srunita Sari Sukatendel mengaku senang bisa meraih juara 1 di Kejurda 2019. Dirinya pun juga bangga karena dengan kemenangan tersebut akan membuatnya bisa kembali membela tim sumatera Utara di sejumlah event seperti piala KASAD 2019.

Di partai Final, Srunita yang turun di Kelas senior Kumite -50 kg berhasil mengalahkan Juliyandari Putri dari Forki Medan dengan skor yang terpaut jauh 10-0.

"Senang pastinya masuk tim Sumatera Utara lagi. Bangga bisa bela Sumatera Utara lagi. Kalau Tuhan bilang iya (ikut Kejurnas), pasti iya, tinggal latihan sama berdoa saja," ujarnya, Selasa (5/3/2019).

Meski akhirnya menang dengan skor telak, Srunita mengaku awalnya tetap menganggap pertandingan tersebut tidak ringan. Hal ini menurutnya agar dia selalu siap menghadapi setiap lawan-lawannya.

"Semuanya gak bisa dibilang ringan setiap pertandingan, biar semuanya siap. Jadi gak ada pertandingan yang ringan. Semua lawan bagus atau gak tetap waspada. Harus fokus sampai menang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dalam waktu dekat, Srunita mengatakan akan mulai persiapan untuk mengikuti Kejurnas piala KASAD 2019 di Kalsel. Karena itu setiap kekurangan yang dievaluasi oleh pelatihnya akan menjadi bahan bagi dirinya untuk kembali meningkatkan kualitasnya saat latihan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved