Pengusaha Event Organizer Gugat Mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Senilai Rp 13 Miliar

Mantan Gubsu Tengku Erry Nuradi digugat oleh pemilik Event Organizer Herwin terkait tidak dibayarkannya uang pelaksanaan kegiatan

Pengusaha Event Organizer Gugat Mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Senilai Rp 13 Miliar
TRIBUN MEDAN/VICTORY ARRIVAL HUTAURUK
Pengacara Event Organizer (EO) Kampusi Promo, Enni Martalena Pasaribu menyebutkan Mantan Gubsu Tengku Erry Nuradi harus membayarkan uang di pelaksanaan kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 sebesar 13 miliar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan Gubsu Tengku Erry Nuradi digugat oleh pemilik Event Organizer (EO) Kampusi Promo, Herwin terkait tidak dibayarkannya uang pelaksanaan kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 sebesar 13 miliar.

Dalam dakwaannya Herwin juga menggugat mantan Komisaris Bank Sumut, Hendra Arbie sebagai tergugat I di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Namun, untuk sidang agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat batal digelar pada Rabu (6/3/2019) lalu karena hakim ketua Djaniko Girsang berhalangan hadir.

Pengacara Herwin, Enni Martalena Pasaribu mengatakan, kegiatan Pondok Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016, sebelumnya telah ada kesepakatan dengan pihak tergugat bahwa kegiatan tersebut telah ditunjuk Herwin sebagai pelaksana kegiatan.

"Nilai anggarannya Rp13 miliar, kegiatan berlangszung selama bulan puasa, satu bulan penuh. Namun setelah selesai kegiatan, pembayarannya tidak dilakukan sesuai kesepakatan," terangnya, Kamis (7/3/2019).

Sebelumnya, pihaknya sudah pernah melakukan upaya mediasi dengan para tergugat, namun dari hasil mediasi tersebut, pihak tergugat belum bisa membayarkannya.

Namun setelah beberapa kali sidang bergulir, diketahui, ternyata pihak tergugat sudah ada membayarkan kepada vendor-vendor yang ikut kerja sama dengan EO Kampusi Promo.

"Dalam perjalanan sidang ini kami telah melihat bukti-bukti ada beberapa kwitansi yang dibayarkan pihak tergugat kepada beberpaa vendor yang kerjasama, tapi bukan melalui klien kami. Kami melihat nilainya belum ada Rp13 miliar, itu lebih kurang baru Rp1 miliar," ungkap Enni.

Bahkan, kata Enni, kliennya juga mengalami kerugian materiil sebesar Rp10 miliar dan kerugian Immateriil sebesar Rp12 miliar. Terlebih lagi, kliennya juga saat ini tidak dapat lagi bekerja karena barang-barangnya ditahan di tempat kegiatan. Ia berharap gugatan mereka dapat dikabulkan majelis hakim dan kliennya bisa bekerja kembali.

"Perlu saya tegaskan, saat itu klien kami melakukan kegiatan ini karena merasa yakin akan dibayar oleh pihak tergugat. Karena pihak tergugat saat itu menjabat sebagai gubernur, kemudian salah satunya Hendra Arbie yang saat itu juga menjabat sebagai komisaris di Bank Sumut. Artinya, kita sangat percaya mereka akan melakukan pembayaran melihat kedudukan mereka saat itu sangat menetukan di Sumut ini," ujar Enni.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved