Modal Rp 10 Juta Adi dan Agus Keliling Indonesia Emban Misi Mulia, Dipalak Bocah Bersenpi di Mesuji
Waktu ide pengin keliling Indonesia itu muncul, saya berfikir karena Indonesia sangat indah. Tentu menarik kalau naik sepeda motor, susah senang pasti
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com- Masa muda adalah masa dimana kita menggali potensi diri dan mencari segala macam tantangan untuk dihadapi, dan kelak akan menjadi cerita indah yang bisa dibagikan dan diceritakan kepada orang-orang tercinta.
Hal itulah yang coba dilakukan oleh pemuda bernama Ahmad Adi Prasetyo (23), warga asli Lamongan yang telah lama menetap di Taman Bungkul Surabaya dan rekannya Agus Irawan (19), anak ketiga dari empat bersaudara, warga asli Surabaya, yang ingin keliling Indonesia.
Ide gila ini awalnya tercetus dari keinginan Adi atau yang akrab disapa Adi Gimbal karena rambutnya Gimbal. Ia punya keinginan bisa keliling Indonesia hanya menaiki sepeda motor matic Honda Beat merah plat S 4029 MN kesayangannya.
"Waktu ide pengin keliling Indonesia itu muncul, saya berfikir karena Indonesia sangat indah. Tentu menarik kalau naik sepeda motor, susah senang pasti kita dapat. Kalau kita naik pesawat
Itu cuma buat orang-orang yang punya uang. Karena aku sederhana makanya naik motor. Biar susah senang kita terima di jalan. Yang penting nggak ada musibah," kata Adi Gimbal, Selasa (5/3/2019).
Setelah ide itu tercetus pada September 2018 lalu, rekannya sesama penikmat musik bernama Agus kemudian tertarik setelah diceritakan keinginan gila tersebut.
Tukang Ojek Ini Hajar Istrinya hingga Tewas, Berawal dari Cekcok Biasa
Zinedine Zidane Masih Menganggur, Tiga Klub Berjibaku Mendapatkan Tanda Tangannya
Warga Desa Semangat Gunung Duduki Pos Retribusi Air Panas Sidebuk-debuk Tuntut Perbaikan Jalan
LIGA INGGRIS Malam Ini - Siaran Langsung Manchester City vs Watford, LIVE RCTI & Bein Sport 1
Mulailah mereka berdua menabung selama 4 bulan terakhir. Hingga akhirnya Adi yang tergabung dalam komunitas Surabaya Reggae Indonesia dan Agus yang tergabung dalam komunitas Surabaya Skankin People, berangkat dari Kota Surabaya.
Mereka berangkat pada 6 Februari 2019 dari Kota Surabaya, dengan membawa uang sebesar Rp 10 juta rupiah, yang disimpan dalam Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan hanya membawa uang tunai sebesar Rp 200 ribu yang disimpan dalam dompet.
"Kami pergi menggunakan dana pribadi sebesar Rp 10 juta untuk keliling Indonesia. Dana itu kumpulan uang dari kami berdua. Banyak teman bilang itu nggak cukup. Makanya saya menyiasati dengan menjual cd album dari teman-teman Reggae seperti Tony Rastafara dan Jamaican Son," ujar Adi Gimbal.
Sebelum kepergiannya keliling Indonesia, Adi menjalani pekerjaan sebagai driver ojek online (Ojol) selama 1,5 tahun terakhir. Sedangkan Agus bekerja sebagai Office Boy di salah satu sekolah di Surabaya.
Pernah Dituduh Sebagai Pria Brengsek, Denny Sumargo Ungkap Alasan Tak Laporkan DJ Verny Hasan
Kadishub Medan Kecewa Panitia PRSU 2019 Tak Koordinasi Soal Pengawasan Parkir yang Kerap Bikin Macet
PENGEJARAN KKB, Tiga Personel Kopassus Gugur, Ketua DPR Angkat Bicara, Respons Jokowi-Panglima TNI
Tujuan Adi dan Agus ingin keliling Indonesia pun cukup mengejutkan hati. Karena di usia yang masih terbilang muda, pemikiran anak muda asal Surabaya ini sudah sangat jauh terhadap pemerintah.
"Tujuan kami keliling Indonesia ingin mengkritik pemerintah. Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia benar-benar indah. Mulai dari tradisi, alam dan budaya. Karena kalau mau liburan itu nggak mesti keluar negeri. Indonesia sangat kaya alamnya," ungkap Adi Gimbal.
"Kalau mau liburan sekaligus bergaya di media sosial, sekalian aja ke Singapura dan Malaysia. Biar puas habisin uang di luar negeri dan masuk devisa kesana," ujarnya tertawa.
Adi Gimbal menjelaskan bahwa perjalanan keliling Indonesia dimulai pada 6 Februari dari Kota Surabaya. Kemudian menginap semalam di Indramayu. Sempat berkunjung ke Bekasi, tepatnya ke Base Camp Band Tipe-X dan Souljah.
TRIBUNWIKI: 5 Kafe Hits dan Instagramable di Kota Medan dengan Menu yang Ngak Bikin Kantong Bolong
Sempat meminta surat izin perjalanan ke Mabes Polri untuk touring selama 8 bulan. Hal itu dilakukan Adi Gimbal agar lebih mudah dalam perjalanan. Total dua pemuda ini habiskan waktu selama 6 hari di Jabodetabek.
Memasuki 14 Februari 2019 sekitar pukul 21.30 WIB malam, Adi Gimbal dan Agus menyebrang dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju pelabuhan Bakauheni Bandarlampung untuk melanjutkan perjalanan menyusuri pulau Sumatera dan pada 16 Februari, sampailah Adi Gimbal dan Agus di Kota Palembang. Mereka sempat berswafoto di ikon Kota Palembang, yakni Jembatan Ampera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/adi-gimbal-dan-rekannya-agus.jpg)