Yasonna Laoly Bicara Sudut Pandang Bisnis Bersama Milenial

Yasonna Laoly hadir dalam forum pebisnis muda dalam acara Business Across Generations: Millenials Point of View.

Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Acara Business Across Generations: Millenials Point of View diselenggrakan oleh Junior Chamber Internasional (JCI) Medan berkolaborasi dengan Young Entrepreneurs Council (YEC) INTI Sumut di Cradle Event and Co-Working Space Cambridge City Square, Minggu (10/3/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Dunia terus mengalami kemajuan di berbagai aspek tak terkecuali bisnis. Untuk itu setiap pebisnis pun diharuskan terus berinovasi agar bisa tetap bertahan. 

Hal inilah yang disampaikan Yasonna Laoly dihadapan para pebisnis muda dalam acara Business Across Generations: Millenials Point of View.

Acara ini diselenggrakan oleh Junior Chamber Internasional (JCI) Medan berkolaborasi dengan Young Entrepreneurs Council (YEC) INTI Sumut di Cradle Event and Co-Working Space Cambridge City Square, Minggu (10/3/2019).

"Memasuki revolusi industri 4.0, kita harus bisa beradaptasi terhadap pengembangan teknologi dalam menghadapi kontestasi bisnis. Business is so cruel," ujar Yasonna Laoly.

Menteri Hukum dan HAM itu menambahkan generasi milenial harus peka melihat peluang dalam dunia bisnis. Karena dalam dunia sekarang bukan lagi siapa yang besar atau siapa yang kecil tapi sekarang siapa yang tercepat.

"Dari revolusi pertama sampai revolusi industri 4.0 ini pergerakannya makin cepat. Karena itu kalau tidak cepat, anda tergilas. Tentu hal ini juga akan berhubungan dengan networking. Maka jaringan pun menjadi sangat penting di dunia saat ini," katanya.

Selain Yasonna Laoly, dihadirkan pula tiga pembicara lainnya yakni Palacheta Subianto, Mikka Law, dan Willie Kay. Dipandu oleh Steven Guntur selama tiga jam para narasumber membagikan pengalaman dan wawasannya dalam dunia bisnis, termasuk pengalaman dalam kegagalan hingga pencapaian terbesar mereka.

Palacheta Subianto selaku dari owner dari Medan Focal Point, Legislative Candidate, dan juga seorang pengusaha mengungkapkan dalam hidupnya ia terus belajar dari melengkapi nilai - nilai. Dari pengalaman yang dialaminya Palacheta mempertegas bahwa tidak ada yang disebut terpuruk melainkan belajar.

"Dalam menjalankan bisnis kita harus melakukan control dan recheck. Jadi pastikan ada seseorang yang berpengalaman untuk melakukan hal itu, misalnya notaris dan lain sebagainya," ujarnya.

Mikka merupakan International Managing Director PT Olagafood Industri, anggota KADIN Medan, dan entrepreneur. Ia menceritakan pengalaman terbesar baginya saat pertama kali menjalankan bisnis ekspor. Waktu itu ia belajar bahwa semua orang harus berani mengambil resiko.

"Saya tipe yang learning by doing. Tapi dalam 'doing' itu kita harus berani, berani mengambil keputusan, berani menelusuri kemungkinan dan resiko. Karena kurangnya ketepatan dalam keputusan bukan berarti kita tidak bisa bangkit kembali. Sebagai insan muda dengan banyaknya sumber daya yang kita miliki seperti teknologi dan informasi, kita mampu meminimalkan kegagalan," ujar Mikka

Hal itu juga diamini oleh Willie Kay. Menurutnya seorang pengusaha harus bisa beradaptasi, konsisten dan berkomitmen. Selain itu ia juga merasakan pentingnya untuk memandang jauh kedepan, dengan semua yang tersedia kita tinggal menyusun prioritas.

"Menurut saya hanya ada dua pilihan win it or learn it. Jadi kalau gagal belajar lagi. Version nine lebih baik dari version none. Lebih baik kita mencoba terus walaupun gagal dari pada kita tidak mencoba sama sekali," ungkapnya.

Seluruh pendapat itu disetujui oleh Yasonna Laoly. Ia mengingatkan "Orang-orang yang gagal terus meratapi kegagalannya, sementara orang yang sukses terus maju, mereka selalu bangkit kembali," pungkasnya.

YEC INTI Sumut yang turut bekolaborasi dalam kegiatan ini menyatakan mendukung kegiatan-kegiatan JCI. Dalam kesempatan itu, Tomi Wistan mewakili INTI Sumut bersama sekretaris YEC INTI Sumut, Hendy Ong menjelaskan tentang INTI dan sayap-sayap organisasinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved