Usai Bacok Ibu Kandungnya, Pria Ini Tantang Polisi dengan Parang

Puncaknya, Avianto keluar dari rumahnya dan menantang polisi. Hal tersebut membuat kepanikan warga sekitar.

Facebook/Yuni Rusmini
Muhammad Ikyu Avianto dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang usai menggorok leher ibunya, Rabu (13/3/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com-Muhammad Ikyu Avianto (23), warga Dusun Sumberdadi, Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto melawan polisi saat hendak ditangkap.

Avianto ditangkap lantaran membacok ibu kandungnya sendiri, Soning, Selasa (12/3/2019).

Dikutip TribunWow.com dari TribunJatim.com, kepolisian langsung menuju ke lokasi kejadian seusai mendapatkan laporan dari warga sekitar lokasi.

Dijelaskan oleh seorang warga, Redjo (55) yang ada di sekitar lokasi kejadian, Avianto mengunci pintu saat polisi mendatanginya.

Tak hanya itu, Avianto juga melakukan aksi perusakan untuk menghindari penangkapan.

"Avianto juga sempat memecah salah satu kaca jendela rumahnya dengan parang," sahut Redjo Rabu (13/3/2019).

Puncaknya, Avianto keluar dari rumahnya dan menantang polisi. Hal tersebut membuat kepanikan warga sekitar.

"Para warga pun lari berhamburan karena Avianto masih memegang parang," jelas Redjo.

Ia berdiri di depan rumah dan membawa parang. Polisi yang sudah ada di lokasi kejadian, kemudian menyemprotkan gas untuk melumpuhkan pelaku.

Namun hal tersebut tak membuat pelaku menyerah.

"Pihak polisi pun menyemprotkan gas dari alat pemadam kebakaran. Bukannya menyerah, Avianto justru masuk ke dalam rumah dan kembali mengunci pintu," ucap Redjo.

Untuk melumpuhkan pelaku, polisi kemudian mendobrak pintu rumah Avianto, dan masuk ke dalam.

Kondisi kamar korban gelap gulita lantaran lampu rumah tidak ada yang dinyalakan oleh pelaku.

Soning, korban pembacokan yang dilakukan oleh anak kandung sendiri di Mojokerto, Selasa (12/3/2019)
Soning, korban pembacokan yang dilakukan oleh anak kandung sendiri di Mojokerto, Selasa (12/3/2019) (Akun Facebook Yuni Rusmini)

Di rumah tersebut, pelaku bersembunyi di kamar tengah dengan keadaan masih memegang parang.

"Avianto bersembunyi di kamar tengah rumah dan masih memegang parang. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk melumpuhkan Avianto. Cara itu berhasil, Avianto langsung digelandang ke Mapolsek Dawarblandong," papar Redjo.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved