Mengenal Lebih Dekat Anoushka Bhuller, Puteri Indonesia Sumatera Utara 2019

Awalnya ia merasa tidak percaya diri mengikuti ajang kecantikan ini tapi dengan misi yang dipegangnya ia tetap fokus.

Tayang:
Instagram/@anoushkabhuller
Anoushka Bhuller wakil Sumatera Utara di ajang pemilihan Putri Indonesia 2019 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Finalis Puteri Indonesia 2019 adalah generasi muda yang merupakan wakil dan bagian dari keberagaman.

Para finalis ini juga merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan bisa mencintai perbedaan dan menyatu untuk pembangunan bangsa.

Puteri Indonesia Sumatera Utara (Sumut) 2019, Anoushka Bhuller atau kerab disapa Sasa ini mengatakan ia tak menyangka dapat terpilih menjadi perwakilan Sumut dalam ajang kontes kecantikan Putri Indonesia.

Awalnya ia merasa tidak percaya diri mengikuti ajang kecantikan ini tapi dengan misi yang dipegangnya ia tetap fokus dan memberikan yang terbaik.

"Awalnya ikut pemilihan Putri Indonesia itu karena untuk berpartisipasi di masyarakat, dan saya melihat putri-putri lainnya aktif dalam kegiatan sosial. Dan mereka (putri-putri) punya misi, dengan platform ini, saya bisa berbagi kembali kepada society," ucap Sasa.

Sasa mengaku rasa ketidakpercayaan dirinya sempat timbul karena dulu berat badannya sempat mencapai 100 kilogram (kg) namun karena diet dan olahraga, maka saat audisi Putri Indonesia, berat badan Sasa menjadi 70 kg.

"Pada saat audisi, saya diberi kekuatan sama Tuhan, saya berpikir ya sudah, saya mengikuti audisi dengan lapang dada dan saya berikan yang terbaik. Kalau pun enggak terpilih juga enggak papa kok masih ada bidang lain yang bisa saya geluti," katanya.

Sasa merasa sangat bersyukur karena ia memiliki pageant lovers yang sangat mendukungnya. Meskipun Sasa hanya dapat peringkat 11 dalam ajang Putri Indonesia 2019 ini tapi dengan tekat yang bulat, ia akan tetap berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial.

"Saya diberikan amanat dari Putri Indonesia, Yayasan Mustika Ratu untuk menjadi seorang wakil Sumut. Nama Putri Indonesia Sumut 2019 ini akan saya pakai untuk bertukar pikiran dengan orang-orang penting, saya juga akan berpartisipasi dalam kegiatan sosial,"ucap Sasa.

Menurutnya, pengalaman menarik menjadi Finalis Putri Indonesia 2019 adalah ia bisa menjadi pribadi yang lebih kuat, melatih mental dan banyak pengalaman tentang masa karantina. Sasa bahkan sempat sakit saat masa karantina Putri Indonesia 2019.

"Saya diet ketat sampai sakit. Saya ingin berterima kasih sama Tim Putri Indonesia dan Tim Mustika Ratu karena di saat saya sakit, saya dirawat, dan mereka (tim) sangat peduli dengan kesehatan saya," katanya.

Sasa mengatakan tantang menjadi Finalis Putri Indonesia 2019 adalah melawan diri sendiri. Ia harus berpikir positif, fit dan tampil dengan baik. "Yang mendukung saya itu banyak, makanya saya enggak boleh berpikir negatif, jadi saya harus kontrol mindset, berpikir positif dan harus tetap perform dengan baik," ucapnya.

Dengan menjadi Finalis Puteri Indonesia 2019 maka Sasa juga dapat meraih kesuksesan dibidang lainnya. "Saya bisa mengeluarkan suara saya, saya bisa tampil di pentas, saya lebih dikenal masyarakat dan itu suatu stepping stone (batu loncatan) untuk saya meraih kesuksesan dibidang yang lain juga," kata Sasa.

Selain menjadi Putri Indonesia Sumut 2019, Sasa juga bertugas sebagai seorang dokter di Puskesmas Pematangsiantar. Ia bahkan sudah menyandang gelar Magister Hukum.

"Saya mengambil Magister Hukum karena saya ingin suatu hari nanti bisa aktif di politik. Saya lihat Negara Indonesia ini negara yang luar biasa, sumber daya alamnya kaya sekali tapi perlu diolah dengan baik. Saat ini memang sudah diolah dengan baik tapi kalau misalnya setiap masyarakat khususnya kaum millenial seperti saya itu berpikir untuk berpartisipasi di politik atau di lingkungan maka pasti Indonesia bisa lebih maju lagi," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved