Duel Maut Antar Pelajar Pakai Celurit, Satu Orang Tewas, Berawal dari Saling Ejek di Medsos

Namun, kedua anak atau remaja ini, masing-masing membawa teman untuk menyaksikannya. Mereka semua pelajar SMA.

Petugas kepolisian mengamankan sejumlah senjata tajam yang digunakan untuk tawuran oleh sekelompok pemuda di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, Senin (4/6/2018).(Dok. Istimewa) 

Duel Maut Antar Pelajar Pakai Clurit, Satu Orang Tewas, Berawal dari Saling Ejek di Medsos

TRIBUN-MEDAN.com-Remaja tewas karena duel terjadi di Ciampea, Kabupaten Bogor. Remaja lawannya kini masih dalam pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bogor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Benny Cahyadi, Senin (18/3/2019), mengungkapkan, anak atau remaja yang terlibat duel itu MR alias B (13) dengan AH (17), yang lain sekolah dan tidak saling mengenal sebelumnya.

MR tewas dengan beberapa luka bacokan, termasuk di bagian kepalanya.

Benny tidak menyebut nama sekolah atau tempat tinggal kedua remaja tersebut.

Namun, dari label penandaan sebilah celurit, salah satu barang bukti kasus kekerasan anak tersebut, tertera alamat benda tersebut ditemukan dan diambil pengidik kepolisian, yakni Desa Babakan, Ciampea.

Baca: Ratusan Pemain Sepak Bola Ikuti Seleksi Perdana Pra-PON Sumut di Stadion Universitas Sumatera Utara

Baca: Pemain Ini Miliki Rekor Standing Ovation Terbanyak dari Fans Lawannya di Sepakbola Profesional

Ia hanya menjelaskan, kasus ini bukan tawuran antarpelajar, melainkan duel, satu lawan satu, dengan masing-masing membawa dan menggunakan senjata tajam.

Namun, kedua anak atau remaja ini, masing-masing membawa teman untuk menyaksikannya. Mereka semua pelajar SMA.

“Anak korban dan anak pelaku tidak satu sekolah dan tidak saling kenal. Namun, sebelumnya berkomunikasi melalui Facebook, dan saling mengejek di media sosial itu, lalu berjanji untuk duel satu lawan satu di Ciampea,” kata Benny, yang tak bersedia mengungkap isi ejekan AH dan MR.

“Ejekan masalah pribadi, enggak ada kaitan macam-macam,” katanya, ketika wartawan mengkonfirmasi saling ejek kedua anak itu terkait hangatnya kampanye Pilpres 2019.

Kedua anak itu lalu bertemu sehari kemudian, Kamis (14/3) pukul 07.00. Duel ditunda sampai pukul 19.00. Duel pun terjadi disaksikan teman-teman mereka.

Baca: Chacha Frederica Ceritakan Pengalamannya Alami Body Shaming saat SMP karena Bibirnya

Baca: Pemain AC Milan Nyaris Berkelahi saat Derby Della Madonnina, Bos Milan Minta Gattuso Jewer Keduanya

MR menderita luka bacokan parah antara lain di kepala dan AH menderita luka bacokan di tangan. Keduanya sempat dirawat atau berobat di RSUD Leuwiliang.

“Alhamdulillah, tiga hari kemudian, kami berhasil menangkap pelaku, AH, di rumahnya. Pelaku masih dalam proses pemeriksaan,” kata Benny.

Jadi, tegas Benny, para orang tua dan guru sekolah masing-masing, tidak mengetahui rencana dan kejadian ini. Ejekan-ejekannya bersifat individu, yang kemudian memancing keduanya untuk duel.

“Kami imbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka, khususnya pada malam hari. Anak tersangka, AH, terancam hukuman penjara minimal 7 tahun maksimal 15 tahun, sebagaimana Pasal 30 ayat 3 UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak,” katanya.

Baca: Buron Oknum Caleg yang Cabuli Putrinya selama 8 Tahun Akhirnya Ditangkap, Istri sedang Hamil Tua

Baca: Pergoki Istri dan Teman Pria Keluar Bareng dari Kamar Mandi, Suami Nyebur ke Sumur seusai Membacok

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved