Air Laut Terbelah di Bawah Jembatan Suramadu, Begini Penjelasan Ahli
Fenomena itu terjadi sejak dua hari lalu, yakni dari Senin (18/3/2019) hingga Rabu (20/3/2019) masih terpantau.
Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWSM) menyebut fenomena halocline yang memperlihatkan gradasi warna laut dapat timbul tergantung perbedaan oleh sejumlah faktor.
Kadiv Humas BPWSM Faisal Yasir Arifin mengatakan, fenomena ini sering terjadi yang dipicu perbedaan arus laut dari timur dan barat laut Jawa.
"Ini fenomena halocline, akibat perbedaan arus dari timur dan barat laut Jawa, kerapatan air, tekanan permukaan air, kekeruhan dan kadar garam (salinitas) berbeda yang menciptakan dua arus," kata Faisal Yasir, Rabu (20/3/2019).
Sehingga permukaan air laut di bawah jembatan Suramadu terlihat dua warna berbeda yang tampak memisahkan permukaan laut.
Pertemuan arus tersebut antara air laut Jawa dan air tawar yang berasal dari Kalimas.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Viral Fenomena Alam Air Laut 'Terbelah' di Bawah Jembatan Suramadu, Kerap Terjadi tapi Kali Ini Beda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/fenomena-alam-terjadi-di-bawah-jembatan-suramadu.jpg)