Video Viral Polisi, Kapolda: Anggota sedang Tugas Pengamanan dan Pendampingan Bansos

Sebenarnya, wajar saja masyarakat berterima kasih kepada pembuat program Bansos dalam hal ini Presiden Jokowi yang memimpin pemerintahan.

Humas Polres Asahan
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto disambut hangat warga Asahan, Senin (25/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Video berdurasi 48 detik yang menyatakan oknum polisi melakukan dugaan sikap tidak netral dibantah.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan dari video yang berdurasi 48 detik itu yang sempat viral di sosmed terjadi di sebuah kantor Camat yang berada di Padangsidimpuan.

Ia mengatakan saat itu, anggota dari Polres Sidimpuan sedang melakukan pendampingan dalam penerimaan Bantuan Sosial (Bansos) ke sembilan kepada masyarakat Sidimpuan.

"Propam menyatakan saat itu, personel sedang melakukan pendampingan dalam penerimaan Bansos kepada masyarakat," katanya saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (21/3/2019).

Agus mengatakan saat itu, anggota sedang melakukan tugas pengamanan dan pendampingan bansos pemerintah melalui kementerian Sosial.

Mengenai kenapa petugas kepolisian yang ditugaskan ke sana, mantan Wakapolda Sumut ini menyatakan hal itu dilakukan karena adanya MoU antara menteri Sosial dengan Kapolri.

"Jadi bentuk MoU itu, personel kepolisian harus mengawal dan mendampingi kegiatan dari Menteri Sosial yang bertujuan agar penerimaan ataupun penyaluran dana Bansos karena disinyalir selama ini pembagian bansos tidak tepat sasaran,"terang orang nomor satu di Polda Sumut ini .

Ia mengaku, anggota yang ada di sana dikarenakan adanya dugaan terjadi penyimpangan dalam pendistribusian Bansos.

"Karenanya, Kemensos perlu melakukan MoU dengan pihak kepolisian. Itulah kenapa, ada personel di sana,"papar Agus.

Pada dasarnya, pembagian Bansos ini merupakan program pemerintah yang ditujukan kepada masyarakat umum dan bukan pendukung caleg atau capres tertentu.

Begitupun, sambung Kapolda, apabila ada ketidaknetralan dalam video tersebut, sampai saat ini, pihak Propam Polda sedang mendalami seperti apa kejadian sebenarnya.

"Sebenarnya, wajar saja masyarakat berterima kasih kepada pembuat program Bansos dalam hal ini Presiden Jokowi yang memimpin pemerintahan,"ujarnya.

Ia menyatakan tidak mungkin masyarakat berterimakasih kepada pihak kepolisian.

"Yah seharusnya berterimakasih kepada pemerintah karena bansos itu program dari pemerintah yang diperuntukkan kepada masyarakatnya,"terangnya.

Ia menegaskan, silakan saja bertanya kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan Bansos tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved