Rektor USU Mengaku Kesal dan Ancam Bubarkan Pers Mahasiswa Suara USU Terkait Cerpen Mahasiswa
Saya sudah mengetahui soal cerpen tersebut dan rencananya Senin saya akan mengundang semua pengurus, penanggung jawab dan termasuk pembina Suara USU
Penulis: Ayu Prasandi |
TRIBUN-MEDAN.com- Pihak rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) mengadendakan akan melakukan pertemuan dengan jajaran redaksi pers mahasiswa (persma) Suara USU pada pekan depan.
“Sudah mengagendakan untuk melakukan pertemuan dengan jajaran redaksi Suara USU, pekan depan,” ujar Rektor USU, Runtung Sitepu, Jumat (22/3/2019).
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut akan membahas mengenai cerita pendek (cerpen) yang dimuat di website Suarausu.co yang mengundang kontroversi karena diduga memuat konten tentang LGBT.
“Saya sudah mengetahui soal cerpen tersebut dan rencananya Senin saya akan mengundang semua pengurus, penanggung jawab dan termasuk pembina Suara USU, kenapa dibiarkan yang seperti ini sudah merusak citra USU," jelasnya.
Ia menegaskan akan melakukan tindakan dengan membubarkan Suara USU. Hal tersebut karena Suara USU sudah melakukan hal yang tidak sesuai dengan visi dan misi dari USU sendiri.
Dituding Kampanyekan LGBT, Ini Klarifikasi Pimpinan Umum Pers Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
Rekontruksi Jhony dan Stefan Tewas Ditangan Satpam Unimed, Keluarga: Kau Kira Anakku Binatang!
Diduga Kurang Istirahat Ibu Muda Ditemukan Tewas saat Masih Menggenggam Ponsel di Kasur
Sebagian Calon Pemain PSMS yang Nganggur di Mess Kebun Bunga Pulang
"Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara USU akan dihapuskan kalau sudah begitu. Itu belum diterbitkan karena saya masih di Jakarta," tuturnya.
Ia mengaku geram dengan yang dilakukan Suara USU karena tidak sesuai dengan visi dan misi dari USU.
Darmin Nasution Tantang Uni Eropa soal Pelarangan Minyak Sawit, Singgung Deforestasi Hutan Eropa
Kadis DLH Simalungun Mislaini Bantah Pernyataan Menteri Luhut yang Sebut Air Danau Toba Tercemar
Peresmian Gedung Baru BPSDM, Gubernur Sumut Berharap Dapat Meningkatkan Kualitas ASN
“Saya ingin citra USU tetap baik di hadapan publik. Karena saya menilai kejadian ini tidak kali ini saja, tapi sudah beberapa kali hanya saja yang mengarah ke ini (LGBT) baru kali ini,” terangnya.
Ia mengatakan, jika tidak sejalan dengan program rektor, tidak perlu dipertahankan. Dan jika masih ingin meneruskan maka dibuat di luar USU atau membuat media sendiri.
(pra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wisudawan-fib-usu-benardus-berfoto-bersama-rektor-usu.jpg)