Pelajar yang Dianiaya 30 Anggota Geng Motor Medan Sering Ngigau, Saat Tidur Ucap Makian Pelaku
Korban pengeroyokan Geng Motor Ezto, Rico Lumbanraja, kerap mengigau di sela-sela tidurnya. Dia teringat kata-kata yang seperti diucapkan para pelaku
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelajar yang jadi korban pengeroyokan Geng Motor Ezto, Rico Lumbanraja, sudah 14 hari hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Royal Prima di Jalan Ayahanda, Kota Medan, Sumatera Utara.
Remaja berusia 15 tahun itu mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya, dan sempat koma. Ia dianiaya oleh kawanan Geng Motor Ezto yang diperkirakan berjumlah 30 orang.
Setelah dihajar, Rico yang ketika itu sudah tidak berdaya, kemudian dilindas menggunakan sepeda motor oleh seorang pelaku.
Kakak Rico, Citra Karunia Lumbanraja, mengatakan keadaan adiknya belum pulih seperti sedia kala.
Meski sudah tersadar dari kema, pelajar SMA St.Thomas 3 Medan, Kelas 10 IPA 2 itu masih kerap mengigau di sela-sela tidurnya.
"Dia masih sering mengigau sewaktu tidur.
Teringat kejadian waktu dia dikeroyok Geng Motor. Dia marah-marah waktu ngigau.
Ucapkan kata-kata yang seperti diucapkan para pelaku saat menghajarnya," kata Citra, Sabtu (6/4/2019).
"Kata-katanya kotor, apa yang dimaki para pelaku diucapkannya (Rico). Dia kadang bilang seperti yang diucapkan para pelaku. 'Mati kau'," ujarnya.
Baca: Korban Geng Motor di Medan Kritis, Harus Menjalani Operasi Otak dan Bagian Tubuh Lain
Baca: Siswa SMA Santo Thomas 3 Dihajar Geng Motor, Kritis 10 Hari di RS, Begini Curhatan Sang Ayah
Baca: Orang Tua Rico Berharap Polrestabes Medan Aktif Gelar Patroli Malam untuk Cegah Aktivitas Geng Motor
Baca: Ini Motif Geng Motor Ezto Serang Jojo Purba dan Pukuli serta Lindas Rico Lumbanraja hingga Kritis
Citra pun bercerita tentang obrolan dengan adik kesayangannya tersebut.
Ia menuturkan, Rico sering menceritakan tentang pacarnya yang bernama Venessa Tobing. Rico merasa nyaman menjalin hubungan bersama Venessa.
"Rico sering cerita tentang Venessa. Kami sering lucu-lucuan.
Dia kadang nunjukin chat atau foto Venessa. Kak lihat cewekku," ucap Citra menirukan perkataan Rico.
"Mereka ini hubungannya baik.
Vanessa anaknya sangat sabar untuk menyemangati Rico.
Dia juga sudah ikut jaga Rico dari awal di rumah sakit. Berarti kan dia memang sayang betul," beber Citra.

Tiap Hari Dibesuk Pacar
Venessa Tobing (16), pacar dari Rico Lumbanraja yang menjadi korban kekejaman Geng Motor Ezto hingga sempat koma selama 6 hari, terus berjuang menyemangati pujaan hatinya tersebut.
Wanita bersuara lembut ini mengaku, sejak Rico masuk rumah sakit, dirinya terus menjenguk dan memantau kondisi kesehatan siswa SMA St.Thomas 3 Medan tersebut.
"Saya setiap hari datang, untuk memberikan semangat kepada Rico," kata Venessa, Sabtu (6/4/2019).
Wanita berambut panjang ini, menceritakan bahwa dirinya kenal sama Rico sudah lama.
Rico adalah adik kelasnya. Awal perkenalan karena Rico akrab dengan kakak kelasnya, yang juga teman Venessa.
Rico pun sering main ke kelas 11 SMA St Thomas III Medan, sehingga keduanya mulai dekat.
Hubungan kasih antara Rico dengan Venessa akhirnya terjalin saat ada event Stigma Cup di sekolah.
"Kita dekat sekitar enam bulan. Awalnya dekat sama Rico karena dia baik.
Enak gitu diajak berteman, nggak gampang sakit hati, lucu juga orangnya dan suka bercanda," ujarnya.
"Rico itu suka main game Mobile Legend. Kami sering main sama dan dari situ kami makin akrab," sambungnya.
Ditanya pendapatnya tentang sosok Rico, Venessa mengaku bahwa Rico anaknya seru saat diajak main game bareng.
"Seru main game bareng Rico.
Jadi misalnya aku yang menang, dia yang kalah, dia nanti mau marah-marah.
Tapi, kalau dia yang menang aku yang kalah dia ngejek gitu ketawa-ketawain," ucap Venessa tertawa kecil.
Lebih lanjut, Venessa berharap kekasih hatinya itu bisa segera sembuh dan mereka bisa bersama kembali ke sekolah.
"Harapannya, semoga Rico cepat sembuh dan normal.
Dia nggak kembali seperti yang dulu-dululah.
Seperti keluar malam yang membahayakan kesehatan dia.
Nggak usah ngumpul-ngumpul sama teman yang nggak jelas," harap Venessa.
Untuk diketahui, Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan telah menangkap 3 tersangka penganiayaan Rico, di antaranya David Mangatas Nadapdap (25) warga Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 336 A Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal.
"Ini tersangka yang ikut melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap korban, dengan cara menabrak korban sebanyak 2 kali dengan sepeda motor serta melakukan pengrusakan terhadap rumah dengan cara melempar rumah tersebut dengan batu," kata Kapolsek Helvetia, Trila Murni.

Tersangka lainnya adalah Gani Ari Kristian (29), warga Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 279 Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal.
Sedangkan tersangka ketiga yakni Arianto Fransiskus Manalu (22) warga Jalan Pantai Timur II Rel No 10 Kelurahan Cinta Dame.
"Kita akan terus berusaha untuk mencari pelaku-pelaku lainnya. Data para pelaku sudah dikantongi," ujarnya.
"Dari tiga pelaku yang sudah diamankan, mereka melakukan penyerangan karena kelompok korban diduga menghajar salah seorang teman para pelaku," jelas Trila.(mak/tribun-medan.com)