News Video

AJAIB, Peneliti Temukan Paus Berkaki yang Bisa Berjalan dan Berenang

Para peneliti menemukan bukti bahwa pada masa lampau paus adalah mamalia yang memiliki kaki, yakni Peregocetus Pacificus

Tayang:
A. Gennari/CellPress
Peregocetus pacificus 

TRIBUN-MEDAN.COM - Para peneliti menemukan bukti bahwa pada masa lampau paus adalah mamalia yang memiliki kaki.

Paus purba diduga kuat bisa berjalan di darat dan berenang dilautan.

Dirilis dari Kompas.com, peneliti menemukan fosil paus yang tak biasa itu di Peru.

Berusia 42,6 juta tahun, fosil tersebut adalah paus purba bernama Peregocetus Pacificus.

Kakinya berkuku, tetapi juga berjaring.

Ia juga memiliki ekor yang panjang dan kuat, meskipun fosil bagian tubuh ini tidak lengkap.

Tonton video kolasenya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Ini Alasan Bangkai Paus Seberat 1 Ton di Timika Ditenggelamkan dan Bukannya Dikubur

Paus Mati Terdampar Filipina, Ditemukan 40 Kg Sampah Plastik hingga Tas Belanja di Perutnya

Seorang Fotografer Nyaris Ditelan Paus Raksasa, Ini Videonya

Fitur-fitur ini membuat paus mampu menopang tubuhnya yang berukuran empat meter di darat dan berenang di dalam air selama berminggu-minggu.

“Sekalipun ia bisa berenang di air tanpa masalah, ia masih memiliki sedikit kuku di jari-jari tangan dan kakinya. Artinya, ia lebih mampu bergerak di darat daripada anjing laut,” ujar Travis Park, pakar paus purba di Natural History Museum in London yang tak terlibat dalam studi, seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (3/4/2019).

Menurut para peneliti yang melaporkan temuan ini dalam jurnal Current Biology, fosil ini memberikan petunjuk baru bagaimana moyang mamalia terbesar di bumi bertransisi dari darat ke laut.

Perlu untuk diketahui, paus yang benar-benar akuatik baru ada sekitar 41-35 juta tahun yang lalu.

Kawin Silang Paus dan Lumba
Kawin Silang Paus dan Lumba (tribunmedan)

Kisah Pakar Kelautan yang Luput dari Maut setelah Separuh Tubuhnya Dilumat Paus

Ilmuwan Terheran-heran Bangkai Paus Bungkuk Ditemukan Tengah Hutan Amazon

Sebelumnya, paus masih harus kembali ke darat untuk kawin atau melahirkan.

Park mengatakan, paus adalah bukti evolusi yang ikonis.

Mereka berangkat dari mamalia kecil yang berkuku menjadi paus biru yang kita temui sekarang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved