Minim Prestasi Tingkat Nasional, Gabsi Sumut Cari Atlet Muda dari Sekolah dan Kampus

Di Sumut saat ini Bridge sedang mengalami penurunan prestasi dan masuk menjadi salah satu Cabor non unggulan.

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Atlet Cabor bridge saat bertanding pada Porwil Kota Medan 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Cabang olahraga Bridge merupakan salah satu Cabor yang akan dipertandingkan pada perhelatan pekan olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020.

Namun Sekretaris Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Sumatera Utara (Gabsi), Mangara Silalahi mengatakan di Sumut saat ini Bridge sedang mengalami penurunan prestasi dan masuk menjadi salah satu Cabor non unggulan.

Meski belum resmi dari KONI Sumut, Mangara mengatakan, untuk Bridge Sumut berpeluang tidak mengirimkan atletnya pada PraPON tahun ini maupun PON mendatang.

"Kelihatannya untuk 2020, Bridge tidak diterjunkan ke sana, mengingat jauhnya biaya kan besar. Kedua, prestasi kita untuk tingkat nasional artinya bukan Cabor yang menjanjikan emas. Itu alasannya, non unggulan. Katanya dari Sumut dengar kabar Bridge gak dikirim, gak ikut praPON juga apalagi PraPON nya di Kendari Sulawesi Tenggara," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (8/4/2019).

Mangara menuturkan, pada PraPON tahun 2015 lalu di Batam untuk PON Jabar tahun 2016, Bridge Sumut memang turut mengirimkan atletnya, namun gagal lolos kualifikasi sehingga tidak ikut PON di Jawa Barat. Karena itu, menurutnya sebagai Cabor non unggulan dirinya pun pesimistis bridge akan dikirimkan KONI sumut mengikuti PraPON. Apalagi sampai saat ini juga tim bridge Sumut untuk PraPON juga belum terbentuk.

"Dari ketua pengprov mau saja, tapi kan KONI yang menentukan," ungkapnya.

Saat ini, kata Mangara, atlet-atlet Bridge Sumut juga tetap rutin berlatih. Dalam waktu dekat tepatnya bulan Juni mendatang juga akan diadakan pertandingan bridge piala walikota Medan dengan Gabsi Medan sebagai penyelenggaranya.

"Karena Medan kan itu miniatur Sumut juga," imbuhnya.

Ke depan, kata Mangara pihaknya sudah merencanakan Bridge Sumut dapat kembali berkiprah di kancah nasional. Sebagai hal utama yang perlu dibenahi menurutnya adalah kaderisasi dan regenerasi atlet.

"Kan kita dulu termasuk yang diunggulkan Cabor bridge. Cuma kaderidasinya terlambat sehingga begitu yang tua-tua itu mundur, yang muda belum sempat di asa, karena bukan rahasia lagi pergi-pergi ke luar kota itu (bertanding) perlu biaya. Kalau dulu banyak yang sponsori, kalau prestasi pun bagus, sekarang mungkin karena tak berprestasi mungkin yang sponsori kurang," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Sumut Prof Agung Sunarno mengatakan semua cabang olahraga diberi kesempatan untuk mengikuti prakualifikasi PON baik yang diplatdakan maupun yang tidak dipelatdakan. Jika lolos, maka sudah jelas akan dibiayai oleh KONI Sumut.

"Cabang olahraga baik yang di pelatdakan maupun tidak dipelatdakan ketika nanti kualifikasi PON akan dibantu KONI, termasuk bridge lah di dalamnya itu," ujarnya saat ditemui di kantor KONI Sumut.

Lebih lanjut kata Prof Agung, dia mengharapkan seluruh atlet Cabor di Sumut agar serius berlatih. Dia menegaskan bahwa seluruh cabor merupakan aset yang dimiliki Sumatera Utara dan KONI Sumut tidak akan pilih kasih.

"Bukan berarti yang dipelatdakan itu sangat baik semua kan, mungkin yang diluar tidak usah tapi tunjukkan nanti menjadi suatu prestasi kenapa tidak. Kalau mereka memang nanti (bridge) mengusulkan PraPON ya kita kirim," ucapnya.

Kaderisasi Sejak Dini

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved