TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Ini Pusat Jualan Sepeda di Kota Medan

Di Kota Medan memiliki Pusat Jualan Sepeda serta onderdil atau seperpat sepeda. Pusat jual sepeda terletak

Tayang:
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Jalan Hj Ani Idrus, satu di antara Pusat Jualan Sepeda di Kota Medan, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sepeda pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 Masehi.

Pada zaman sekarang banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya perbukitan, medan yang terjal maupun hanya sekadar dipedesaan dan perkotaan saja.

Sebagian orang yang mempergunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin, kegiatan rekreasi, olahraga, juga dapat disebut komuter. 

Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi rutin tidak hanya dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor non-formal, tetapi juga dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor formal.

Bagi anak kecil, sepeda juga merupakan mainan yang sangat di sukai. Sebab, dengan bermain sepeda soalah-olah  dia sedang membanyangkan mengendarai speda motor serta menjalankan imajinasinya. 

Nah, bagi anda sebagai pecinta sepeda, dan belum memiliki sepeda atau sudah memiliki sepeda. Di Kota Medan memiliki Pusat Jualan Sepeda serta onderdil atau seperpat sepeda. Pusat jual sepeda terletak di Jalan Hj Ani Idrus dan Jalan Pandu. 

Satu di antara pegawai toko Jescco merupkan toko sepeda, Inur menjelaskan bahwa toko-toko yang berada di jalan Hj Hani Idrus sudah ada semenjak 20 tahun lalu. 

Namun dari penjelasan Ali, pemilik toko sepeda Sentosa mengatakan bahwa jalan Hj Ani Idrus dahulu namanya Jalan Pandu dan merupakan tempat pusat toko-toko jualan sepeda serta mesin-mesin pabrik kecil. 

"Setahu aku sudah ada semenjak 20 tahun yang lalu ya, karena aku pun meneruskan jualan ayah aku. Sekitar tahun 1999 lah di jalan ini penuh dengan toko-toko jualan sepeda, tetapi dahulu namanya bukan Jalan Hj Ani Idrus, itu dahulu nama jalannya, Jalan Pandu," ucapnya, Kamis, (11/4/2019). 

Dalam hal ini juga, Inur mengatakan bahwa toko-toko setiap hari mulai operasional pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Begitu juga dari penjelasan Ali, bahwa tingkat pengunjung untuk membeli sepeda di masa sekarang tidak seramai dahulu. 

Kemudian, Ia mengatakan tingkat minat pembelian sepeda setiap hari hanya sekitar 5 sampai 8 sepeda yang laku terjual. Hal ini membuat beberapa toko tutup di sekitar Jalan Pandu dan Jalan Hj Hani Idrus. 

"Ya kalau penjualan saat ini, sangat kurang ya. pada tahap tiga bulan ini sepih pembelian, jadi banyak juga toko-toko yang tutup. Kalau kami menjual sepeda dari anak-anak sampai sepeda orang dewasa," ujarnya. 

Untuk terkait harga sepeda yang dijual di toko-toko tersebut dari harga paling rendah dan paling tinggi. Untuk harga paling rendah sekitar Rp 200 ribuan serta yang tertinggi bisa mencapai Rp 5 jutaan untuk merek ternama. 

Namun, dari sekian beberapa toko di Jalan Pandu dan Jalan Hj Ani Idrus yang sudah ada semenjak 1999. Ternyata, ada satu toko paling tua usianya dan merupakan penjual sepeda pertama kali di Kota Medan

Tokonya bernama Toko Sahabat, yang suda ada semenjak 1903. Saat ini yang menjalankan usaha toko sepedanya merupakan dari generasi Ketiga, yaitu Hariyati Lino. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved