Sadis dan Berdarah Dingin Habisi Budi Hartanto, Ternyata Begini Isi Facebook Aris Sugianto
Status lainnya yang sempat diunggah seperti tulisan "Loro...atiku loro. Seng ta tresno ora rumongso".
Sadis dan Berdarah Dingin Habisi Budi Hartanto, Ternyata Begini Isi Facebook Aris Sugianto
TRIBUN-MEDAN.COM - Aris Sugianto (AS) pembunuh dan pemutilasi guru honorer Budi Hartanto (28) bersama Ajis Prakoso (AP alias AJ), punya akun facebook.
Nama akunnya dokter cinta.
Namun isinya jauh dari kesadisan yang dilalukan saat menghabisi korban.
Kesadisan Aris dan Ajis diungkap Ajis pada penyidik.
Ia mengaku memulai proses mutilasi pertama kali pada bagian leher korban.
Karena sempat alami kesulitan, pekerjaan Ajis yang belum sepenuhnya rampung itu, akhirnya dilanjutkan oleh Aris Sugianto.
"Pertama saya, terus dilanjutkan dia," katanya.
Kepada penyidik, Ajis menegaskan, proses mutilasi bagian leher dilakukannya berdua dengan Aris.
Baca: Orang Tua Ajis Prakoso Angkat Bicara soal Anaknya Gay: Pernah Bawa Gadis Tulungagung ke Rumah
Baca: John Kei si Pembunuh Sadis Blak-blakan Ungkap Kenapa Bertobat, Begini Kehidupan Barunya di Penjara
Baca: Wakil Bupati Kena OTT Money Politik, Diduga Untuk Menangkan Caleg Gerindra dan Prabowo-Sandi
"Iya kami potong berdua bergantian," lugasnya seraya menganggukkan kepala ke arah penyidik.
Setelah proses mutilasi usai, lanjut Ajis, dirinya bersama Aris memasukkan potongan tubuh korban ke dalam koper.
Koper itu diketahui, ternyata milik ibunda Aris.
"Kami masukan ke dalam koper berdua juga," katanya.
Setelah rampung mengemasi potongan tubuh korban ke dalam koper.
Ajis menerangkan, keduanya langsung membuang ke pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar.
"Kami berdua buang koper itu di sungai," tandasnya.
Baca: Budi Hartanto & Aris Sugianto Pasangan Sejenis, Cekcok setelah Berhubungan Intim & Alasan Mutilasi
Baca: Pria Ini Nekat Bunuh Pacar Sesama Jenisnya, Berawal Cemburu Lihat Pacar Dekat Dengan Pria Lain
Dalam pemeriksaan selanjutnya terungkap Ajis mengaku menggunakan sabu-sabu sementara Aris dinyatakan bersih dari narkoba.
Apakah kesadisan Aris tergambar dalam facebook dokter cinta miliknya?
Tidak.
Isinya unggahan video aktivitas kesehariannya dan patah hati.

Dari penelusuran yang dilakukan tribunjatim, Minggu (14/4/2019), Aris mengunggah sedikitnya 66 video di akun facebook dan puluhan foto.
Video terakhir yang diunggahnya saat rekannya memanjat untuk memetik buah nangka. Aris terlihat yang menangkap buah nangka berukuran kecil.
Namun yang sering diunggahnya video bakar-bakar ayam di rumahnya. Setidaknya ada 4 video bakar-bakar ayam yang dilakukan Aris bersama teman-temannya.
Sesuai penuturan ibunya, Aris akhir-akhir ini sering kumpul-kumpul bareng dengan rekan komunitasnya dengan acara bakar -bakar ayam di rumahnya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Video lainnya saat Aris mengambil dompet mengeluarkan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.
Video ini mendapatkan komentar dari sejumlah rekannya.
Dari akun facebooknya Aris terakhir menggunggah fotonya memakai kaos hitam pada 1 Februari 2019.
Sedangkan unggahan awal di akun dokter cinta tertanggal 3 Juli 2018.
Pada akun yang sama juga terlihat Aris memakai kaos hitam bertuliskan "Pejuang Kapusan".
Dengan kaos yang sama, Aris ditangkap petugas kepolisian saat menumpang bus dengan tujuan Jakarta.
Di rumahnya Aris juga memposting video saat memberi makan ternak lele dan kambing.
Termasuk video saat dibesuk sejumlah rekannya saat menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit.
Namun di akun facebook miliknya tidak ada kontak pertemanan dengan Budi Hartanto, guru honorer yang menjadi korban mutilasi.
Beberapa unggahan status facebook, misalnya pada 27 Oktober 2018 menulis, "Pengecut itu selalu memanfaatkan temannya untuk membantu. One by one itu baru gentlemen. Dasar kau pengecut.....:
Status lainnya yang sempat diunggah seperti tulisan "Loro...atiku loro. Seng ta tresno ora rumongso".
Unggahan Status Aris di akun Facebooks "Dokter Cinta". (foto: istimewa)
Namun sebelumnya polisi mengungkapkan hubungan asmara korban dengan dua pelaku.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, guru honorer korban pembunuhan sadis di Blitar memiliki orientasi seks yang berbeda, termasuk juga dua orang pelaku pembunuhnya.
Pihak kepolisian juga mengatakan jika motif asmara menjadi landasan adanya pembunuhan yang menewaskan seorang guru honorer di Kediri.
"Sudah kami duga sejak awal pelaku adalah sangat mengenal korban. Keduanya diduga memiliki hubungan spesial dengan korban.
"Karena itu kami membaca ada hubungan asmara antara pelaku dan korban," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (12/4/2019).
Sayangnya, Barung enggan membeber kisah asmara tersebut.
Keduanya, lanjut Barung, merupakan teman dekat dalam sebuah komunitas.
"Bahkan (korban dan 2 pelaku) pernah memiliki hubungan spesifik dengan orientasi pada komunitas tertentu," terang Barung.
Namun ia membocorkan jika korban sering berganti pasangan.
Diduga korban dan kedua pelaku, AP dan AJ, juga ikut satu komunitas tertentu.
AP dan AJ, ungkap Barung, memiliki kecenderungan perilaku yang 'melambai'.
"Kedua pelaku ini diidentifikasi memiliki kecenderungan perilaku yang agak melambai," katanya.
Sesuai penuturan ibunya, Aris akhir-akhir ini sering kumpul-kumpul bareng dengan rekan komunitasnya dengan acara bakar -bakar ayam di rumahnya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Alasan Memutilasi Sepele
Belakangan terungkap alasan kedua pelaku melakukan mutilasi pada kepala Budi Hartanto.
Rupanya alasan kedua pelaku memotong kepala korban bukan untuk mengelabui polisi.
Alasan mereka cukup sepele, hanya karena koper yang digunakan untuk membuang jasad korban tidak cukup.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik menduga ada dua penyebab pelaku memutilasi mayat guru honorer Budi Hartanto yang ditemukan di dalam koper di Blitar.
Kemungkinan pertama adalah untuk menghilangkan jejak, tapi ternyata bukan itu alasannya.
Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebutkan, "Karena itu, pelaku harus memotong leher korbannya agar bisa dimasukkanya ke dalam koper," ujarnya.
FOTO-FOTO Temuan Potongan Kepala Guru Honorer yang Dimutilasi, Terungkap dari Pengakuan Orang ini (istimewa)
Aris Menangis dan Mendoakan Arwah Budi Hartanto
Pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Budi Hartanto, seorang guru tari honorer Pemkab Kediri, menangis sesenggukan saat dihadirkan di hadapan awak media di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/4/2019) siang.
Aris Sugianto, salah satu pelaku pembunuhan, mengaku menyesal telah menghabisi Budi Hartanto, dengan cara-cara sadis.
"Saya menyesal, saya minta maaf kepada keluarga korban, saya khilaf," kata Aris didampingi Ajis Prakoso, pria yang juga ikut membunuh Budi Hartanto, saat rilis pengungkapan kasus pembunuhan mayat dalam koper oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Senin (15/4/2019) siang.

Aris juga berjanji akan mendoakan korban diampuni dosa-dosanya.
"Saya di sini hanya bisa berdoa agar almarhum diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman," ucapnya sambil sesenggukan.
Dalam rilis kasus tersebut, kedua pelaku yakni Ajis dan Aris ditunjukkan kepada wartawan.
Keduanya mengenakan baju tahanan dan dalam kondisi diborgol.
Budi Tagih Bayaran usai Berhubungan Badan
Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap kronologi pembunuhan Budi Hartanto.
Wakapolda Jawa Timur Brigjen Toni Harmanto menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu terjadi sehari sebelum jenazah Budi ditemukan di Blitar.
Saat itu, Aris dan korban Budi membuat janji untuk bertemu di warungnya di Jalan Surya Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
"Di tempat itu, pelaku dan korban melakukan hubungan badan sesama jenis alias gay," katanya kepada wartawan, Senin (15/4/2019).
Usai berhubungan badan, Aris biasanya memberikan sejumlah uang kepada korbannya.
Namun saat itu, dia sedang tidak membawa uang. Budi lalu marah-marah dan emosi.
Ajis, teman pelaku yang saat itu juga berada di warung mengingatkan Budi untuk tidak tidak gaduh karena waktu sudah malam.
"Korban tidak mengindahkan peringatan Azis, namun malah menampar Azis. Azis pun balas menampar korban," jelasnya.
Korban emosi Budi lalu mengambil parang untuk melukai Azis, namun berhasil ditepis.
Parang lalu direbut oleh Azis dan disabetkan ke tubuh korban berkali-kali mengenai punggung dan leher korban, korban pun meninggal di lokasi.
Aris dan Azis pun panik dan berencana membuang korban untuk menghilangkan jejak.
Muncul inisiatif korban dimasukkan ke koper.
Namun karena tidak muat, keduanya lalu memotong leher korban.
"Potongan kepala dan leher dibuang di lokasi yang berbeda untuk menghilangkan jejak," terangnya.
Artikel ini dikompilasi dari tribunjatim.com dengan judul Pakai Akun 'Dokter Cinta', Pelaku Mutilasi Guru Budi Kerap Unggah Status & Video, Isinya Patah Hati, dari surya.co.id dengan judul 5 FAKTA TERBARU Pembunuhan Guru Honorer - Cinta Ditolak, Temuan Sabu-sabu & Alasan Sepele Mutilasi, dan dari Kompas.com dengan judul "Kronologi Pembunuhan Mayat Dalam Koper di Kediri"