Viral Medsos

BEGINI Komentar Fadli Zon dan Fahri Hamzah saat Jokowi Bertemu Raja Salman Hingga Masuk ke Kabah

Fahri Hamzah dan Fadli Zon berkomentar soal pertemuan Jokowi dan Raja Salman serta masuknya Jokowi ke dalam Ka'bah

BEGINI Komentar Fadli Zon dan Fahri Hamzah saat Jokowi Bertemu Raja Salman Hingga Masuk ke Kabah
Instagram/Jokowi
Presiden Jokowi Bertemu Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud 

Fahri Hamzah dan Fadli Zon berkomentar soal pertemuan Jokowi dan Raja Salman serta masuknya Jokowi ke dalam Ka'bah, hingga pemerintah Arab Saudi telah memberikan tambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia sebesar 10 ribu.

/////

TRIBUN-MEDAN.com- Di masa tenang jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada Rabu (17/4) lusa, Capres 01, Joko Widodo (Jokowi) memilih terbang ke tanah suci untuk beribadah umrah.

Tak sendiri, ia membawa serta sang istri, Iriana dan kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Mereka tiba di Arab Saudi pada Minggu (14/4/2019) pagi dan sempat bertemu dengan Raja Salman yang merupakan Raja Arab Saudi.

Dikutip Tribunnews.com dari akun Instagram @jokowi, Presiden RI beserta keluarganya ini sempat dijamu oleh Raja Arab Saudi tersebut.

"Saya -- Ibu Negara, Gibran dan Kaesang -- siang ini bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Pribadi Raja di Riyadh, Arab Saudi.

Beliau menyambut kami di halaman depan istana dengan hangat. Raja Salman yang dua tahun lalu berkunjung ke Indonesia, terlihat sehat dan bugar. “Saya juga senang Presiden Jokowi bisa memenuhi undangan saya,” katanya," tulis Jokowi sebagai caption.

Jokowi dan keluarganya bahkan dijamu dengan hidangan khas negeri Arab seperti sup harira, daging iga sapi, dan nasi mandhi.

Atas jamuan istimewa tersebut, Jokowi pun mengucapkan banyak terima kasih.

"Seusai berbincang di ruang utama, kami dijamu santap siap dengan menu khas Arab Saudi seperti sup harira, daging iga sapi, atau nasi mandhi dengan ayam. Syukur Alhamdulillah.

Terima kasih Yang Mulia Raja Salman, sang khadimul haramain, pelayan dua kota suci Makkah dan Madinah," tulisnya dalam kolom caption.

Tak hanya membawa istri dan kedua putranya.

Dalam ibadah umrahnya ini, Jokowi juga turut mengajak serta guru ngajinya yang bernama Gus Karim.

Ibadah umrah Jokowi beserta keluarganya ini rupanya menuai tanggapan dari dua tokoh politik tanah air.

Yakni Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Bagaimana pendapat mereka terkait perjalanan umrah Jokowi ini?

Berikut ulasannya yang telah dirangkum Tribunnews.com:

1. Fahri Hamzah

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. (Chaerul Umam/Tribunnews.com)

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberikan tanggapannya terkait penambahan kuota haji bagi Indonesia usai pertemuan Jokowi dengan Raja Salman, pada Minggu, (14/4/2019).

Menurut Fahri, Jokowi sebaiknya memfokuskan niatnya untuk beribadah saja.

"Saya berharap pak jokowi itu umroh dalam minggu tenang ya niatkan niat ibadah dulu," komentar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (15/4/2019).

Fahri melanjutkan, Tuhan itu Maha Melihat dan Maha Membaca niat seseorang.

Sebagai petahana, Jokowi harusnya menahan diri dari kampanye.

"Sebab allah maha pembaca niat jangan rusak niat. Orang yang niatnya rusak akan terungkap niatnya itu. Mohon maaf ya dia petahana, dia nahan diri hal-hal yang mengandung kampanye yang berlebihan karena dia itu calonnya harusnya dia ibadah ke tanah suci dengan niat iklas saya tahu itu inilah soal sederhana itu," tambahnya.

Wakil Ketua DPR RI ini mengungkapkan, penambahan kuota haji merupakan hasil kerja keras banyak pihak.

Sebab itu, jangan dikaitkan dengan kegiatan politis.

"Kenapa sekarang umumkan dulu dong sebagai prestasi. Ini udah kerja banyak orang saya tahu lah ini permainan. Udah lah niatkan hati niat kan secara ikhlas jangan berpolitik berlebihan menggunakan tanah suci jangan lah bahaya," tutupnya.

2. Fadli Zon

Fadli Zon.
Fadli Zon. (Chaerul Umam/Tribunnews.com)

Tak hanya Fahri Hamzah, Fadli Zon juga memberikan tanggapannya terkait umrah Jokowi.

Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut berkomentar soal pertemuan Jokowi dan Raja Salman serta masuknya Jokowi ke dalam Ka'bah.

Menurut Fadli Zon, jauh sebelum Jokowi, Prabowo sudah dulu masuk ke dalam Ka'bah tepatnya pada tahun 1991 silam.

"Kalau pak Prabowo masuk ke Ka'bah tahun 1991. Prabowo naik haji tahun 91 dan sudah masuk ka'bah," ungkap Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (15/4/2019).

Pemerintah Arab Saudi telah memberikan tambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia sebesar 10 ribu.

Tambahan kuota ini diberikan Raja Salman kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Arab Saudi.

“Info tentang penambahan kuota benar adanya. Saat ini, tambahan kuota tersebut juga sudah masuk dalam sistem e-Hajj Saudi,” terang Menag Lukman di Jakarta, Senin (15/04/2019).

“Sebagai tindak lanjut, kami akan segera melakukan pembahasan dengan DPR,” lanjutnya.

Menurut Menag, pembahasan dengan DPR dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) perlu segera dilakukan karena penambahan kuota berimplikasi pada sejumlah hal yang kompleks.

Pertama, terkait biaya penyelenggaraan. Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M dengan skema kuota 221ribu, terdiri dari 204ribu jemaah haji reguler dan 17ribu jemaah haji khusus. Rata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini, Rp35.235.602,- atau setara USD2,481.

“Bersama DPR, kami sudah menyepakati biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp7,039 Trilyun untuk 204.000 jemaah. Itu artinya untuk 10.000 jemaah baru sebagai tambahan kuota diperlukan tambahan biaya tak kurang dari Rp346Milyar. Penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter. Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya,” ujarnya.

Dampak kedua, terkait pengadaan layanan haji, baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji.

Apalagi, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang saat sedang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai.

“Kami harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi,” ucapnya.

“Kami juga harus menambah petugas kloter. Jumlah 10ribu setidaknya akan terdistribusi dalam kurang lebih 25 penerbangan. Setiap penerbangan harus ada lima petugas kloter,” lanjutnya.

Di luar negeri, hampir seluruh pengadaan layanan akan terdampak. Proses pengadaan yang semestinya sudah hampir final, berarti harus ditambah, dan itu bukan hal mudah. Terkait akomodasi di Madinah misalnya, saat ini hampir seluruh hotel di kawasan Markaziah (jarak terdekat Masjid Nabawi), sudah penuh.

“Penambahan kuota tentu akan menambah kebutuhan hotel yang saat ini sudah banyak dipesan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia,” tutur Menag.

Untuk akomodasi di Makkah, penambahan kuota akan berdampak pada sistem zonasi. Sistem ini baru diterapkan tahun ini. Jemaah haji Indonesia akan ditempatkan pada tujuh wilayah, berdasarkan kelompok embarkasi sebagai berikut:

1. Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG)
2. Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG)
3. Misfalah: Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS)
4. Jarwal: Embarkasi Solo (SOC)
5. Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB)
6. Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan
7. Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP)

“Penyediaan akomodasi di Makkah yang saat ini sedang berjalan, sudah hampir final dengan skema zonasi. Karenanya, kemungkinan besar, khusus untuk tambahan 10ribu ini tidak lagi menggunakan sistem zonasi,” jelasnya.

Selain akomodasi, kebutuhan lainnya yang harus disiapkan adalah terkait bus shalawat dan biaya angkut bagasi. “Semua membutuhkan biaya, baik direct maupun indirect. Karenanya, Kemenag akan segera melakukan pembahasan dengan DPR untuk mendapatkan persetujuan terkait penambahan kuota ini,” tandasnya.

Video detik-detik saat Presiden Jokowi sedang melaksanakan ibadah Umroh pun dibagikan oleh sekretaris kabinet, Pramono Anung.

Dalam video yang dilansir TribunnewsBogor.com, tampak pengawalan ketat diberlakukan guna mengiringi Presiden Jokowi yang tengah melaksanakan ibadah Umroh.

Tak sedikit, terlihat puluhan petugas sampai membentuk pagar guna melindungi presiden Jokowi dan keluarga untuk melaksanakan ibadah Umroh.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Arab Saudi, Minggu (14/4/2019) dini hari.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana akan menunaikan ibadah Umroh.

Baca: John Kei si Pembunuh Sadis Blak-blakan Ungkap Kenapa Bertobat, Begini Kehidupan Barunya di Penjara

Baca: Orang Tua Ajis Prakoso Angkat Bicara soal Anaknya Gay: Pernah Bawa Gadis Tulungagung ke Rumah

Baca: Dikunjungi Presiden Jokowi, Arab Saudi Tambah Kuota Umroh 10.000 Orang Untuk Indonesia

Berdasarkan rilis yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, selama berada di Arab Saudi.

Presiden Jokowi juga mendapat kehormatan diundang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud bertemu di Istana yang berada di Riyadh.

Selain itu, untuk menghormati tamu, Putra Mahkota Muhammad bin Salman juga mengundang Presiden Jokowi untuk bertemu secara terpisah di Riyadh.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bersama rombongan direncanakan tiba kembali di Jakarta pada Senin (15/4/2019) malam.

Sebelumnya, Sabtu (13/4/2019) malam, Jokowi-Ma'ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengikuti debat capres cawapres terakhir di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca: Budi Hartanto & Aris Sugianto Pasangan Sejenis, Cekcok setelah Berhubungan Intim & Alasan Mutilasi

Baca: Sadis dan Berdarah Dingin Habisi Budi Hartanto, Ternyata Begini Isi Facebook Aris Sugianto

Baca: Diculik Nenek Anggraeni & Dibawa Mengemis Keliling Jakarta, Anisa Trauma hingga tak Kenal Ibunya

Baca: Akibat Kecanduan Tonton Film Dewasa, Anak SD Hamili Siswi SMA Hingga Melahirkan Anak

Ibadah Umroh yang dilakukan Presiden Jokowi itu tampaknya dimulai hari ini, Senin (15/4/2019).

Dalam video yang dibagikan Pramono Anung, terlihat kerumunan petugas keamanan berjejer membentuk pagar.

Di tengah-tengah petugas keamanan itu terlihat putra presiden Jokowi sedang berjalan.

Pun dengan beberapa orang dari pihak kerajaan yang juga berjalan beriringan di sekitar Presiden Jokowi.

Persis di tengah para petugas, Presiden Jokowi terlihat berjalan dengan santai sambil sesekali menengok ke arah luar penjagaan.

Sebab banyak jamaah yang melihat sosok Presiden Jokowi itu sambil berteriak memanggil nama sang Capres 01 itu.

Unggahan yang dibagikan Pramono Anung itu pun dilengkapi dengan keterangan yang menunjukkan kegiatan ibadah Umroh yang tengah dilakukan Presiden Jokowi.

"Selamat menunaikan ibadah Umroh Bapak Presiden @jokowi dan Keluarga, semoga lancar dan Mabrur #Doaku #Beribadah," tulis Pramono Anung.

Tak hanya video, Pramono Anung juga membagikan sebuah potret saat Presiden Jokowi tengah melakukan ibadah Umroh.

Foto itu memperlihatkan momen ketika Presiden Jokowi hendak masuk ke dalam kabah.

Bak tamu spesial, Presiden Jokowi rupanya mendapat kesempatan untuk melihat isi kabah.

Sambil dipandu seorang pria bersorban, Jokowi pun tampak menaiki tangga guna mencapai ruangan di dalam kabah.

Sedangkan sang istri, Iriana terlihat berjalan di belakangnya.

Pun dengan sang putra yang juga tampak mengikuti langkan Presiden Jokowi untuk masuk ke dalam kabah.

Presiden Jokowi dan keluarga masuk ke dalam kabah
Presiden Jokowi dan keluarga masuk ke dalam kabah (Twitter @pramonoanung)

Tak Sembarangan Orang Bisa Masuk ke Dalam Kabah

Kabah menjadi ‘titik temu’ seluruh umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Mereka berbondong-bondong datang ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam kelima, haji. Di samping ibadah umrah.

Kabah juga memiliki pintu, kunci dan gembok, talang, dinding, dan lainnya.

Setiap saat Kabah ditutup dan dikunci. Tidak sembarang orang bisa masuk Kabah.

Karena hanya orang-orang tertentu saja lah -yang diizinkan Raja Arab Saudi sebagai Pelayan Mekkah-Madinah- yang diperbolehkan masuk ke Kabah.

Dari situ muncul pertanyaan, siapa yang ditugaskan untuk membawa dan menyimpan kunci pintu Kabah?

Dilansir al-arabiya, selama lebih dari 16 abad -bahkan sebelum Islam datang, anak cucu Qusai bin Kilab bin Murah merupakan orang yang ditugaskan untuk merawat Kabah, termasuk yang menyimpan kuncinya.

Memang, pada saat itu Qusai menduduki jabatan al-Sadanah, yaitu pihak yang bertanggung jawab atas pakaian dan kunci Kabah.

Qusai menyerahkan kunci Kabah kepada anak pertamanya, Abdu al-Dar. Lalu, Abdul al-Dar menyerahkan kunci Kabah kepada anak pertamanya.

Dan begitu pun cucu-cucunya, selalu menyerahkan kunci Kabah kepada anak pertamanya.

Pada zaman Rasulullah SAW, yang bertugas merawat Kabah dan memegang kuncinya adalah Utsman bin Talhah.

Pada saat peristiwa Penaklukkan Mekkah (Fathu Makkah), kunci Kabah diambil paksa Ali bin Abi Thalib dari tangan Utsman bin Talhah untuk membuka Kabah.

Segera pada saat itu, Abbas bin Abdul Muthalib meminta kepada Rasulullah SAW agar kunci Kabah dijaga keluarganya.

Namun, Rasulullah SAW tidak mengabulkannya. Bahkan, Rasulullah SAW mengembalikan kunci itu kepada Utsman bin Talhah.

Ini dilakukan Rasulullah SAW setelah menerima wahyu Surat an-Nisa ayat 58.

Lalu, Utsman bin Talhah mewariskan kunci Kabah itu kepada saudaranya, Syaibah. Hingga hari ini, kunci Kabah dipegang oleh anak cucu keturunan dari Bani Syaibah.

Putra Mahkota Saudi MBS Sebut Jokowi sebagai Pemimpin yang Maju

Kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) ke Arab Saudi tidak hanya disambut hangat Raja Salman, namun juga sang Putra Mahkota, Mohammed bin Salman ( MBS).

Dalam pertemuan di Istana Putra Mahkota Riyadh Minggu malam (14/4/2019) seperti dikutip Antara, MBS menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin yang maju.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden Jokowi menjelaskan, pertemuan itu berlangsung dalam suasana yang cair dan penuh kehangatan.

Disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, MBS menghargai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Indonesia dinilai beruntung mempunyai pemimpin yang jelas dan maju," ujar Bey. Selain pertemuan, MBS juga menjamu Presiden Jokowi dalam acara makan malam.

Dalam pertemuan tersebut, putra mahkota 33 tahun itu juga menyampaikan Riyadh memutuskan untuk menambah kembali kuota haji sebanyak 10.000 orang bagi Indonesia.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Raja Salman di istana pribadinya Al-Qasr Al-Khas pada sore hari selepas jamuan santap siang.

“Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat ke depan, kerja sama ekonomi akan terus ditingkatkan terutama di bidang energi dan pariwisata,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai pertemuan.

Raja Salman juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Indonesia di dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia," ucap Menlu Retno.

Dia menjelaskan, pertemuan bilateral tersebut turut memperlihatkan apresiasi Raja Salman terhadap Indonesia atas kepemimpinan di dunia Islam.(*)

Penjelasan Biro Setpres

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Jokowi diberi kesempatan masuk ke dalam Kakbah di Masjidil Haram saat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci, Senin (15/4/2019).

Dua putra Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ikut dalam ibadah tersebut.

"Pada kesempatan itu, Presiden, Ibu Iriana dan rombongan terbatas berkesempatan masuk ke dalam Kakbah," demikian informasi yang diterima dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Usai masuk ke dalam Kakbah, Presiden bersama rombongan melakukan tawaf yang kemudian dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah di depan multazam.

Setelah shalat, Presiden bersama rombongan melaksanakan sai. Mengakhiri ibadah umrah, Presiden dan rombongan melakukan tahalul pada pukul 06.37 waktu setempat.

Dalam akun Facebook Jokowi juga diunggah foto Presiden ketika keluar dari Kabah.

Dalam akunnya, Jokowi menulis:

"Labbaik Allahumma Labbaik. Aku datang memenuhi panggilanMu, Ya Allah. 

Subuh ini, saya dan keluarga mendapat kehormatan untuk memasuki Kakbah di Masjidil Haram.

Hanya ucapan syukur yang bisa saya panjatkan ke hadirat Allah SWT untuk kesempatan menjejak ruang dalam Baitullah. 

“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan.

Salam kami dari di Tanah Suci untuk seluruh rakyat Indonesia."

Turut serta mendampingi Presiden, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul VIDEO Presiden Jokowi dan Keluarga Umroh, Dikawal Puluhan Petugas saat Hendak Masuk ke Dalam Kabah

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved