6 Atlet Renang Sumut Bertarung di Festival Akuatik Indonesia
Kontingen PRSI Sumut yang mengikuti Kejurnas renang kolam yang digelar tanggal 25-28 April 2019 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumut mengutus enam atletnya mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) renang kolam yang digelar pada tanggal 25-28 April 2019 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kejurnas bertajuk Festival Akuatik Indonesia (FAI) tersebut juga sekaligus menjadi ajang kualifikasi PON pertama cabor renang untuk mendapatkan tiket PON Papua 2020.
Sekretaris umum Pengprov PRSI Sumut Yopie War mengatakan, enam Atlet yang dikirim adalah Andi fauzan permatani, Raja Khairil Yahya, Egia Anastasya, Annisa Putri, Cindy Sheisylia Putri, dan Lily Diah Afriliana.
"Kami mengirimkan dua atlet putra dan empat perenang putri. Sedangkan pelatih ada dua yaitu M. Qory Affandi dan Semi Suharto," ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (25/4/2019).
Yopie menjelaskan, para atlet Sumut yang dikirimkan ke kejurnas akan mengikuti lebih dari nomor dan gaya renang yang dipertandingkan. Semuanya disesuaikan dengan spesialisasi masing-masing para atlet.
"Ada sekitar 24 nomor yang dipertandingkan. Ada nomor 50,100,200 meter gaya bebas, 1.500 m bebas, 200 gaya ganti, 400 gaya ganti, 50, 100, 200 m gaya dada, 50, 100, gaya punggung, 50, 100 m gaya kupu-kupu. Satu orang atlet ada yang ngambil dobel juga. Misalnya, 50 meter juga ada diikuti dua orang," terangnya.
Lebih lanjut kata Yopie, PRSI Sumut sudah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejurnas FAI ini.
Pihaknya pun menargetkan para atlet minimal bisa lolos limit untuk memuluskan langkahnya menuju PON.
"Target PraPON itu yang penting kita minimal lolos limit dululah. Nanti kan karena penghitungan kuota juga berdasarkan persentase berapa atlet yang lolos limit tiap provinsi. Tapi kalau bisa ya dapat medali juga," ungkapnya.
Masih kata Yopie, setelah event FAI tahun ini, masih ada ajang PraPON lainnya yakni Porwil Sumatera yang rencananya akan digelar di Bengkulu bulan November mendatang. Nantinya bagi perenang yang belum lolos limit masih bisa memperebutkan tiket PON ke Papua tahun depan lewat event tersebut.
"Kita lihat nanti hasilnya dulu PraPON ini, baru kita bicara porwil Bengkulu," ucapnya.
Dua Atlet Mengundurkan Diri
Sekretaris umum (sekum) PRSI Sumut Yopie War mengatakan seharusnya ada 8 atlet yang sebelumnya telah lolos selekda renang kolam dan dipersiapkan untuk mengikuti ajang PraPON 2019.
Namun dua atlet tersebut yakni Dwi Jitrada Afridoh dan Resy Dwi Ananda telah mengundurkan diri dan memilih Cabor disiplin lainnya yang sebelumnya juga lolos saat seleksi daerah.
"Dua orang mengundurkan diri memilih cabor lain. Satu orang pilih polo air (Dwi Jitrada Afridoh), satu orang milih renang perairan terbuka (Resy Dwi Ananda)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/renang_sumut.jpg)