Viral Medsos

Gereja dan Masjid Berdampingan di Kota Pematangsiantar, Warga Sebut Toleransi Sudah Lama Terjalin

Saat Masjid dan Gereja Berdampingan di Kota Pematangsiantar jadi Bukti Kota Paling Toleran

Tayang:
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang
Rumah ibadah Masjid Bakti dan Gereja GKPI berdiri berdampingan di Simpang Pertamina, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (6/5/2019). 

Saat Masjid dan Gereja Berdampingan di Kota Pematangsiantar jadi Bukti Kota Paling Toleransi di Indonesia.

////

TRIBUN-MEDAN.com -Kerukunan antar umat beragama masih menjadi daya tarik di  Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. 

Sikap toleransi yang tinggi menjadi ciri khas daerah kota nomor tiga di Sumatera Utara tersrbut.

Bentuk dari toleransi yakni dua rumah ibadah yang berdampingan.

Kedua rumah ibadah itu tepatnya di Simpang Pertamina, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.

Namanya Masjid Bahkti dan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI). 

Baca: SAMPAIKAN Kabar Bohong, Oknum Letkol TNI Diburu yang Sebut di Komplek Paspampres Menang Prabowo

Baca: Kapolres Siantar Pastikan Selidiki Kasus Penipuan Via Telepon: Butuh Waktu untuk Mengungkap

Amatan tribun-medan.com, hanya sebuah gang yang memisahkan kedua rumah ibadah tersebut.

Zulham, warga yang datang untuk salat di Masjid Bakti menceritakan rasa toleransi sudah terjalin sejak dulu di daerah tersebut.

Ia menceritakan saling menghargai sesama pemeluk agama menjadi hal yang biasa.

Baca: Gatot Nurmantyo Sebutkan 2 Alasan Kenapa TNI tak Menembak Kapal Vietnam, Hingga Minta Maaf ke KASAD

Baca: Jenderal (Purn) Gatot Prediksi Wiranto akan Diganti hingga Berikan Tanggapan tentang Luhut Panjaitan

"Kalau kami lagi ada aktivitas ibadah di masjid, pihak gereja akan menghargai dan menjaga kondusifitas. Begitu jugalah sebaliknya," katanya, Senin (6/5/2019).

Ia menceritakan sesama para pemuda gereja dan masjid juga tetap menjaga hubungan agar tetap harmonis.

Apalagi, jelang bulan puasa, para pemuda GKPI tetap menghargai suara yang berpuasa.

"Kalau di Siantar hal seperti ini wajar terjadi. Karena, memang toleransi di kota ini sangat besar," ujarnya.

Baca: Wiranto Ancam Tutup Media, Fahri Hamzah: Pemerintah Kelola Kebebasan, Jangan Gelagapan

Baca: Diduga Menghina Habib Rizieq Shihab di Facebook, Seorang Pria Ditangkap dan Langsung Jadi Tersangka

Zulham berharap Kota Pematangsiantar kembali menjadi urutan pertama untuk tingkat kota dengan toleransi tinggi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved