Cara Berinvestasi yang Benar di Pasar Modal, Frankie Wijoyo Prasetio Berbagi Tips Ini

Banyak dari investor yang ada mendapatkan hasil yang jauh lebih rendah dan malah merugi yang disebabkan karena investor tersebut membeli dan menahan.

Cara Berinvestasi yang Benar di Pasar Modal, Frankie Wijoyo Prasetio Berbagi Tips Ini
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan, Frankie Wijoyo Prasetio di Kantor MNC Financial Service, Jalan Kapten Maulana Lubis No 12 Medan. Mindset yang benar adalah berinvestasi pada perusahaan yang bagus dalam jangka panjang dan bisa menghasilkan imbal hasil 20 persen per tahun. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan, Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan dalam 12 tahun terakhir ini, January 2007 hingga January 2019, performa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sangat bagus dan malah jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan Major Indices seperti FTSE, Hangseng, Nikkei dan bahkan Dow Jones.

Bukan hanya itu, kenaikan IHSG juga melampaui instrument investasi lainnya seperti emas, property, dan lain-lain. Ironisnya, dari data yang didapatkan, sebagian besar investor pasar modal tidak menikmati hasil
dari kenaikan IHSG.

Banyak dari investor yang ada mendapatkan hasil yang jauh lebih rendah dan malah merugi yang disebabkan karena investor tersebut membeli dan menahan saham dengan fundamental yang tidak bagus.

"Saya percaya kesalahan tersebut bukanlah berasal dari instrumen yang diinvestasikan, karena instrumen tersebut, IHSG mengalami kenaikan yang signifikan. Tetapi, kesalahan tersebut berasal dari mindset
sebagian besar investor dimana investor tersebut lebih suka membeli saham dengan fluktuasi yang besar dan cepat dibandingkan dengan membeli saham dengan fundamental yang bagus yang biasanya cenderung lebih lambat," ujar Frankie, di Kantor MNC Financial Service, Jalan Kapten Maulana Lubis No 12 Medan, Rabu (8/5/2019).

Ia menjelaskan sifat dasar manusia yang menyukai gratifikasi instan juga menyebabkan manusia pada umumnya lebih suka untuk mengejar imbal hasil yang tinggi tanpa mempertimbangkan resiko yang tinggi pula. Hal ini adalah spekulasi dan bukan investasi.

Salah satu alasan kenapa sebagian besar investor suka membeli saham yang bergerak cepat tanpa
fundamental yang kuat adalah karena investor tersebut memiliki pemahaman dan ekspektasi yang salah
dalam berinvestasi di pasar modal.

"Saya sering memberikan pertanyaan kepada peserta seminar tentang berapa imbal hasil yang mereka harapkan dalam berinvestasi di pasar modal dan saya cukup terkejut dengan jawaban audiens yang mengharapkan imbal hasil 100 persen hingga 500 persen selama setahun. Itulah alasan kenapa sebagian besar investor memilih membeli saham dengan fluktuasi yang sangat cepat agar bisa
mencapai target imbal hasil yang mereka inginkan," ucapnya.

Frankie menjelaskan,"tahukah anda siapa investor yang paling kaya di dunia? Jawabannya adalah Warren
Buffett. Berapakah imbal hasil per tahun yang dihasilkan oleh Warren Buffett selama karir beliau yang sampai saat ini masih terus berkarya? Apakah 500 persen? Atau 200 persen? jawabannya
sekitar 20 persen dengan bunga majemuk adalah jumlah yang
sangat besar. Tetapi saya yakin dan percaya, sebagai investor retail, 20 persen adalah goal yang sangat
mungkin dicapai,".

"Salah seorang fund manager tersukses di dunia, Peter Lynch, pernah berkata semua
orang memiliki kepintaran untuk sukses berinvestasi di pasar modal, asalkan anda mengetahui
matematika dasar (tambah, kurang, kali, bagi, dan persentase), anda bisa sukses berinvestasi di pasar
modal. Jadi, untuk sukses di pasar modal, hal yang paling penting bukanlah kepintaran, tetapi mindset yang benar," ungkapnya.

"Kita bisa disimpulkan bahwa mindset yang benar adalah berinvestasi pada perusahaan yang bagus dalam jangka panjang dan bisa menghasilkan imbal hasil 20 persen per tahun," katanya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved