Siapkan Makan 3.300 Narapidana selama Ramadan, Kepala Dapur Lapas Tanjunggusta & Tim Rela Begadang

Lelahnya ya kalau mempersiapkan makanan, istirahat lebih dikit dibandingkan yang lain.

Siapkan Makan 3.300 Narapidana selama Ramadan, Kepala Dapur Lapas Tanjunggusta & Tim Rela Begadang
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terpidana Suwandi Siagian harus rela begadang untuk bisa menyediakan santap makan bagi para rekannya yang melaksanakan ibadah puasa di Lapas Tanjung Gusta Kelas IA Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terpidana Suwandi Siagian harus rela begadang untuk bisa menyediakan santap makan bagi para rekannya yang melaksanakan ibadah puasa di Lapas Tanjung Gusta Kelas IA Medan.

Pasalnya, sebagai kepala juru masak di Lapas Tanjung Gusta terpidana 6 tahun penjara kasus narkotika ini harus rela bekerja dua shift mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB dan 21.00 WIB hingga 04.00 WIB.

"Lelahnya ya kalau mempersiapkan makanan, istirahat lebih dikit dibandingkan yang lain. Tetapi kita ya semangatlah, kita enggak puasa, karena kita nasrani, ada kepuasan kalo melihat mereka senang memakan apa yang kita masak," tuturnya.

Baginya cara mengantisipasi kelelahan tersebut mudah, karena pihak Lapas juga telah memberikan klinik bagi dirinya apabila kelelahan

"Apabila kelelahannya tinggal ke klinik minta vitamin. Siang istirahat adalah 3 jaman lebih gitu, bagi saya itu uda cukuplah," terangnya.

Hal yang membuat dirinya tetap bisa sukacita dalam mengerjakan pekerjaan melelahkan ini karena bisa melihat 3300 rekan sesama napi bisa tersenyum ketika makanan sampai dihadapannya.

Bahkan dengan hanya terdirikan 23 orang, dirinya mengaku bahwa timnya sangat luar biasa bisa memenuhi konsumsi ribuan narapidana.

"Ya pastinya yang paling disyukuri bisa menyediakan makan buat 3300 orang tanpa terlambat padahal kami
23 orang ini kordinasi, kerja dengan senang hati jadi bisa selesai. Sukanya, disini semua sudah seperti keluarga, ga melulu di sel karena ada kegiatan, dukanya ya pasti lelah ya. Namanya juga mempersiapkan makanan," ungkap Suwandi.

Ia menjelaskan awal mula cerita dirinya dipercaya menjadi Tamping masak setelah 3 bulan menjadi tahanan.

Melalui pengalaman pernah menjadi pramusaji di restoran menjadi alasan pemilihan dirinya.

"2016 masuk disini, setelah 3 bulan jadi tamping masak. Memang awalnya enggak prnah terpikir jadi pramusaji, awalnya cuma cari kegiatan ke dapur, akhirnya dipercayakan. Kepercayaan harus dijaga, karena dulu juga pernah kerja di restoran jadi sedikit banyak saya tahu tentang masak memasak," tuturnya.

Lebih lanjut, Suwandi menambahkan bahwa memasuki hari ke-8 dalam bulan puasa dirinya tidak pernah mengalami kewalahan.

"Sudah 8 hari puasa, ga ada kendala. Semua lancar. Apalagi setelah steamer masak sudah diperbaiki, semua sudah berjalan sesuai waktu," pungkasnya.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved