INSA Kejar Pasar Internasional Melalui Impor-Ekspor, Gelar Rapat Anggota Cabang

Potensi tersebut sangat besar di Sumut, selama ini kegiatan ekspor impor container yang dilayani INSA hanya lima persen.

Tayang:
Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN/HO
Rapat Anggota Cabang INSA Medan-Belawan, di Medan, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Bendahara DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) atau Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia, Nova Yudhanto Mugijanto mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar pasar ekspor-impor internasional yang sangat potensial guna mendorong Indonesia sebagai poros maritime dunia.

Saat ini, jasa angkutan pelayaran domestik sudah dipegang kapal berbendera Indonesia, namun pasar ekspor-impor masih kurang dari 10 persen.

“Masih besar sekali pasar ekspor impor yang bisa kita usahakan.

Pasar internasional yang sudah kita jalankan masih jauh dengan persentase domestik.

Ke depan kita ingin masuk ke pasar internasional ini. Berpartisipasi lebih banyak lagi untuk pelayaran niaga internasional.

Untuk pasar dalam negeri sudah cukup baik, sekarang harus kita kejar pasar internasional, sesuai tema kita menjadi poros maritime dunia,” ujar Bendahara DPP INSA, Nova Yudhanto Mugijanto didampingi Ketua DPC INSA Medan Hendra W Kusuma dalam Rapat Anggota Cabang INSA Medan-Belawan, di Hotel Adimulya, Medan, Selasa (21/5/2019).

Ia mengatakan, pelayaran niaga Indonesia harus lebih banyak berpartisipasi dalam ekspor impor. Saat ini baru mengkover kurang dari 10 persen. Kemudian, ia mengatakan, untuk meraih hal itu, pihaknya didukung pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah konkret.

Di antaranya, diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 yang mengharuskan pada tahun 2020, semua kargo ekspor impor untuk komoditas batubara dan CPO wajib diangkut kapal berbendera Indoensia.

“Selama ini masih bebas saja, kebanyakan kapal asing.

Kita paling di bawah 10 persen. Padahal di Sumut, banyak sekali aktivitas ekspor CPO.

Nanti akan kita petakan pasarnya secara bertahap. Untuk tahap awal target kita ASEAN dulu,” katanya.

Hendra menambahkan, potensi tersebut sangat besar di Sumut, selama ini kegiatan ekspor impor container yang dilayani INSA hanya lima persen, selebihnya diangkut kapal asing.

“Kami sudah tawarkan beberapa cara, kami tawarkan agar perusahaan asing yang melayani ekspor impor menggunakan atau menyewa kapal dari Indonesia. Itu juga yang didorong pemerintah dan INSA pusat,” katanya.

Ia mengatakan, meski nantinya Permendag 82 telah diimplementasikan, INSA butuh pengadaan kapal baru untuk mendorong program pemerintah dalam meningkatkan ekspor.

Komponen peningkatan ekspor tidak hanya tergantung pada barang atau komoditas ekspor saja, tetapi juga sarana transportasinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved