Ini yang Dilakukan Kapolda Sumut agar Kerusuhan di Jakarta Tidak Merembet ke Sumut
Apalagi kita masih menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan. Saya berharap semua pihak yang berkepentingan dalam pilpres 2019 dapat menahan diri
Ini yang Dilakukan Kapolda Sumut agar Kerusuhan di Jakarta Tidak Merembet ke Sumut
TRIBUN-MEDAN.com- Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto berharap peristiwa kerusuhan di Jakarta tidak terjadi di Sumut.
"Apalagi kita masih menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan. Saya berharap semua pihak yang berkepentingan dalam pilpres 2019 dapat menahan diri dari tindakan inkonstitusional,"katanya, Minggu (26/5/2019).
Selain itu, kata mantan Wakapolda Sumut ini, setiap pelaksanaan ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri, banyak aktivitas masyarakat yang harus diamankan.
"Seperti sahur on the road, safari ramadan, salat ied dan tradisi mudik bagi masyarakat yang merayakan lebaran yang sudah menjadi agenda tahunan, sebagai ungkapan kegembiraan seluruh masyarakat baik yang diadakan secara terpusat oleh pemda setempat, pihak swasta, maupun dari masyarakat sendiri di lingkungan masing–masing,"katanya.
DETIK-DETIK BUPATI ENDE Jatuh Kena Serangan Jantung, Ir Marsel Meninggal Minggu Pagi Tadi
Maurizio Sarri Cari Dukungan Pemain Juventus dengan Bentuk Tim Anti Allegri
KLARIFIKASI, Teuku Yazhid: Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Wiranto pada Video Viral Bukan Saya
Kalahkan RB Leipzig di Final, Muenchen Sukses Raih Trofi DFB Pokal ke-19
Mengenai demo, akunya, dampak politik yang dilakukan oleh salah satu pihak menyebabkan massa turun ke jalan karena ketidakpuasan dalam berbagai jenis pemilu yang terselenggara.
Viral Dirinya Dipukuli Brimob hingga Tewas, Ini Pengakuan Andri Bibir yang Suplai Batu Aksi 22 Mei
Valencia Juara Copa Del Rey, Kalahkan Barcelona di Final dengan Skor 2-1
Luput dari Maut, Begini Cara Odik Menyelamatkan Diri dari Terkaman Buaya Muara
Sammy Simorangkir Bangun Rumah Mewah Dengan Konsep Modern untuk Sang Istr
"Ini yang harus kita antisipasi dan tetap menjaga keamanan masyarakat,"katanya.
Ia mengaku ada beberapa permasalahan yang akan dihadapi jelang Hari Raya Idul Fitri di Sumut yang patut diantisipasi dan dicermati seperti beberapa ruas jalan yang masih rusak untuk dilewati kendaraan bermotor.
"Jelang hari raya idul Fitri, kita sudah melakukan kordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi keamanan dan kenyamanan warga kota Medan dan Sumut untuk merayakan tradisi tahunan ini,"ujarnya.
Papan Info di SPBU Marelan Dibajak, Tampilkan Ujaran Kebencian Pada Presiden dan Megawati
Papan informasi elektronik milik SPBU Pertamina di Jalan Marelan IV Kota Medan, Sumatera Utara, diretas pada Kamis (23/5/2019) malam.
Papan totem display LED yang menampilkan daftar harga BBM di SPBU diretas dan berganti menampilkan tulisan berisi hujatan kepada Presiden Jokowi dan mantan Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri.
Running text muncul sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, warga yang mengetahuinya langsung heboh lalu merekamnya.
Video rekaman warga lalu viral di media sosial.
Papan display langsung dimatikan setelah diketahui satpam sekitar satu menit kemudian.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo membenarkan kabar tersebut.
"Betul, papan totem display LED milik SPBU Pertamina Marelan diretas," kata Roby, Sabtu (25/5/2019).
Roby menjelaskan peretasan itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
TERUNGKAP Begini Licinnya Bambang Widjojanto Berperkara di MK dan Selalu Menang, TKN & KPU Waspada!
Dituding Bambang Halangi Pendaftaran Gugatan Pilpres ke MK, Brigjen Dedi: Itu Hanya Perasaan Beliau
Dicampakkan Istri karena Botak dan Terlihat Tua, Pria ini Berubah Jadi Binaragawan Sukses
Tak lama berselang setelah pergantian giliran kerja.
Petugas sekuriti baru tahu fasilitas di SPBU itu dibajak setelah melihat warga yang bergerombol di depan Totem.
"Totem dimatikan.
Langsung di -hard reset untuk dimatikan," ujarnya.
Lebih lanjut, Roby menyebutkan SPBU yang diretas dikelola oleh mitra Pertamina berstatus SPBU DODO (Dealer Owned Dealer Operate) milik swasta dengan nomor seri SPBU 142021141.
Untuk antisipasi secara menyeluruh, pada Jumat (24/5/2019) pagi, Pertamina sudah menurunkan Tim IT Security untuk memeriksa di lokasi.
Terjebak Antrean Jalur Kematian Puncak Everest, 10 Pendaki Tewas, Ini Bahaya di 8.000 Meter
Kemudian Tim IT Security sudah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan display LED di Totem.
"Untuk sementara ini dalam meningkatkan keamanan, Totem-Totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan yang memiliki Totem itu semua dinonaktifkan.
Aldi Akhirnya Diluluskan Lalu Menangis Peluk Kepala Sekolah Usai Dinyatakan Tinggal Kelas
Pakai Jubah Mendiang Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz Kagum Temukan Benda Ini di Saku
Paralel kami tingkatkan Security terhadap sistemnya, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang," pungkas Roby.
Kasus ini mendapat perhatian dari manajemen pusat Pertamina.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menjelaskan terkait kejadian peretasan diketahui pada Kamis (23/5/2019) pukul 22.00 WIB.
"Pihak SPBU bertindak cepat dan segera menonaktifkan display totem," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/5/2019).
Dia mengatakan, pihak SPBU langsung merubah sistem yang mengendalikan display totem.
Pertamina pun menginformasikan insiden ini kepada SPBU-SPBU lain untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"Pantauan pagi ini, totem sudah non aktif dan tidak menampakkan display.
Pertamina masih berkoordinasi internal untuk menentukan langkah lebih lanjut," ujar Fajriyah.
TUJUH SAKSI DIPERIKSA
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa orang dan menyita barang bukti.
''Sudah ada yang kami periksa sekitar tujuh orang.
Pegawai SPBU termasuk manager kami periksa semua dan di dalami masing-masing," kata AKP Jerico via telepon seluler, Sabtu (25/5/2019).
Karena saat ini semuanya dalam kasus ini sedang didalami.
"Kemarin itu baru kami cek ternyata routernya itu, Wifi-nya masih memakai password default.
Jadi belum dia ganti masih pakai password lama yang pertama sekali dikasih oleh vendor," ungkap Jerico.
"Kemungkinan siapa saja bisa terkait.
Intinya sejauh ini kami masih mendalami kasus ini untuk mencari tahu siapa pelakunya," tambahnnya
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolda-sumut-tinjau-lapas.jpg)