Polda Sumut Kerahkan 9948 Personel Gabungan Amankan Hari Raya Idul Fitri

Gelar pasukan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan personel yang ditugaskan mengamankan objek vital yang mengganggu kelancaran Hari Raya Idul Fitri

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Polda Sumut Kerahkan 9948 Personel Gabungan Amankan Hari Raya Idul Fitri. Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (kiri) didampingi Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto (tengah) dan personel TNI-Polri mengendarai motor saat melakukan patroli bersama jelang pelaksanaan Pemilu 2019, di Medan, Sumatera Utara, Senin (15/4/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Polda Sumut Kerahkan 9948 Personel Gabungan Amankan Hari Raya Idul Fitri

TRIBUN-MEDAN.com- Kepolisian Daerah (Polda) Sumut melaksanakan gelar pasukan operasi Ketupat Toba 2019 di Lapangan Benteng, Selasa (28/5/2019).

Gelar pasukan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan personel yang ditugaskan mengamankan objek vital yang mengganggu kelancaran Hari Raya Idul Fitri 1440H juga memberikan kelancaran bagi masyarakat yang melakukan perjalanan arus mudik dan balik.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan operasi Ketupat Toba 2019 ini dilakukan selama 13 hari dan dimulai pada Rabu (29/5/2019) sampai Senin (10/5/2019).

Operasi ketupat tahun ini, kata Kapolda yang membacakan amanat dari Kapolri Jendral Tito Karnavian memiliki karakteristik khas dibanding operasi pada tahun sebelumnya.

"Operasi ketupat tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu 2019. Hal ini membuat potensi kerawanan yang dihadapi semakin kompleks,”kata Agus membacakan amanat dari Kapolri.

Baca: Jaring Atlet Muda Berkualitas, Federasi Olahraga Petanque Kota Medan Sosialisasi ke Sekolah

Baca: Program Fogging Tak Menyeluruh Tiga Warga Kutabuluh Atas Terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Baca: Kronologi Penembakan Warga oleh Oknum TNI, Kodam XVII/Cenderawasih Beri Penjelasan dan Investigasi

Baca: Final Liga Champions - Derby Liga Inggris, Tottenham vs Liverpool di Panggung Prestisius Eropa

Maka dari itu, pihak Polri akan mengantisipasi gangguan stabilitas Kamtibmas selama lebaran dan arus mudik seperti aksi serangan teror.

Operasi ketupat 2019 akan dilakukan di 34 jajaran Polda, dengan 11 Polda prioritas yaitu Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Jateng, DIY, jatim, banten, lampung, Sumsel, Sulsel, bali, dan Papua.

Total pengamanan ketupat 2019 melibatkan 160.335 personel gabungan, terdiri atas 93. 589 personel Polri 13.131, TNI 18.906 personel kementerian dan dinas terkait, 11.720 satpol PP, dan 6.913 personel pramuka.

 

Baca: UPDATE KERUSUHAN ASMAT PAPUA, Penjelasan TNI, Daftar 4 Orang Tewas, Caleg Kerahkan Massa 350 Orang

Baca: Lucinta Luna Dianggap Cantik dari Lahir, Sang Bunda Menangis Lihat Perubahannya seusai Oplas

Baca: Liga Champions - Jadwal Siaran Langsung Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool

“Berbagai infrastruktur pendukung juga dipersiapkan secara optimal oleh pemerintah mulai dari Tol trans jawa, tol trans sumatera, berbagai bandara, pelabuhan laut, serta jalan dan infrastruktur lainnya,” kata Kapolda mengulang omongan Kapolri.

Orang nomor satu di Polda Sumut ini juga menyatakan kondisi Sumut pascapelaksanaan pemilu dan jelang lebaran masih aman dan terkendali.

“Seperti tahun-tahun yang lalu, operasi ketupat Toba 2019 ini akan kita laksanakan. Hanya memang tadi apa yang disampaikan oleh pak kapolri bahwa ini agak lebih spesifik karena saat yang bersamaan ada tahapan Pemilu yang sedang berjalan. Syukur Alhamdulilah, berkat sinergitas yang ada dengan seluruh komponen yang ada di Sumut, utamanya adalah rekan – rekan TNI kita sangat solid. Kemudian dari forum pemuda dan seluruh masyarakat yang mengharapkan situasi kamtibmas ini tetap terkendali. Ktia syukur Alhamdulilah sampai saat ini kita bisa melakukan pengamanan tersebut,” jelas Agus.

Untuk pengamanan di Sumut, kata mantan Wakapolda Sumut ini, total ada 9.948 personel, yang terdiri dari personel TNI, Polri, Satpol PP, Pramuka, dan instansi terkait lainnya.

Baca: Liga Champions - Jadwal Siaran Langsung Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool

"Jadi, kalau TNI sekitar 2.380 personel kemudian unsur Polri 7.760 personel yang terdiri daripada termasuk Satpol PP, Pramuka dan pemuda peduli Kamtibmas,”ujar Agus.

Ia mengakui pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak dini untuk pengamanan di sejumlah lokasi pusat hiburan, wisata, dan pusat perbelanjaan demi mengantisipasi aksi teror dan kerawanan konflik yang bisa mengganggu jalannya ibadah suci bagi umat muslim.

“Kita sudah lakukan pembagian tugas untuk pengamanan termasuk dari TNI. Kita juga bekerja sama dengan tim Densus 88 anti teror,”katanya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved