Heboh Prabowo Subianto Terbang ke Dubai Bersama Warga Rusia dan Amerika, Ini Respons Sandiaga

Daftar manifes Prabowo Subianto bersama warga negara asing ke Dubai, lalu ke Austria dengan menumpangi pesawat carteran beredar ke publik

Editor: Juang Naibaho
ISTIMEWA
Prabowo Subianto saat di Bandara Halim Perdana Kusuma. 

Sebelumnya, beredar daftar manisfes pesawat yang ditumpangi Prabowo bersama sejumlah warga negara asing. Bule yang ikut dalam rombongan Prabowo di antaranya, Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang,

Kemudian dua warga Rusia, Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva. Ada juga warga Amerika bernama Justin, dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann.

Baca: 14 Pemain Manchester United yang Akan Dibuang Solskjaer, Mulai dari Lukaku hingga Alexis Sanchez

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fadli Zon, mengungkapkan keberangkatan Prabowo ke Austria untuk urusan pribadi, yakni menemui mitra bisnisnya.

Di sisi lain, Fadli Zon mempertanyakan tersebarnya manifes penerbangan Prabowo ke Dubai. "Pertanyaannya apakah memang manifes keberangkatan seseorang itu boleh dipublikasikan, dan apakah boleh imigrasi menyebarluaskan informasi seperti ini?" Katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2019).

"Ini kan urusan privat, bukan urusan kenegaraan, dinas," sambungnya.

Oleh karena itu, Fadli Zon merasa ada sesuatu yang aneh karena manifes penerbangan Prabowo tersebar luas. "Jadi menurut saya agak aneh. Ini informasi yang bersifat privat kemudian disebarluaskan sedemikian rupa," ujar Fadli Zon.

Baca: Momen Najwa Shihab Salting (salah tingkah) Wawancara Artis, Beda Tamu Politisi, Terungkap Alasannya

Prabowo Telepon Luhut Panjaitan
Sementara itu, pengacara nyentrik yang juga influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ruhut Sitompul mengungkapkan bahwa Prabowo saat berada di luar negeri, telah menjalin komunikasi dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Ruhut, telepon Prabowo kepada Luhut bukan bersifat mendadak. Sebab, Luhut sebelumnya telah ditugaskan oleh Jokowi untuk membuka jalur rekonsiliasi dengan Prabowo.

Alasan Jokowi utus Luhut karena keduanya merupakan sahabat sejak aktif di militer dulu.

"Mereka memang sahabat antara senior junior, atasan abang adik, mereka itu sahabat dekat," ungkap Ruhut dalam acara Forum Cikatomas Indonesia di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Ruhut mengungkapkan, Prabowo menelepon Luhut ketika tengah santap siang bersama sejumlah orang. Saat berbincang via telepon seluler, kata Ruhut, Luhut menyalakan loudspeaker di ponselnya.

"Tadi kami lagi makan itu saya dengan Pak Luhut, mantan duta besar Amerika, dan beberapa tokoh lainnya, saya dengan Bu Doris. Tiba-tiba ajudan (Luhut) kasih telepon. Rupanya masuk telepon Pak Prabowo. 'Eh Wo (Prabowo) di mana kau Wo? Ku dengar kau di luar negeri Wo? Ku dengar kau di Dubai' (tanya Luhut). 'Iya bang' (kata Prabowo)," cerita Ruhut.

Ruhut mengatakan, Luhut juga menanyakan tujuan Prabowo terbang ke luar negeri, termasuk informasi terkait perjalanan bisnis Prabowo ke Austria.

"Kan dibuka (loudspeaker), kami dengar. 'Kenapa kau ke luar negeri? Pasti banyak kantongkan, kau ini tahu lah aku' (kata Luhut). Mereka inikan suka becanda, 'ada bisnis ini kau gede?' (tanya Luhut),” ucap Ruhut menirukan percakapan Luhut dengan Prabowo.

'Ah enggak bang, aku kurang sehat bang, kaki aku ini nggak enak, jadi aku terapi ada dokter' (jawab Prabowo)," ucapnya lagi.

Sumber: Warta kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved