TRIBUN WIKI

TRIBUN WIKI: Sejarah Pelabuhan Belawan dari Masa Kerajaan hingga Kolonial Belanda

Pelabuhan ini memiliki nilai sejarahnya bagi Kota Medan pada masa kerajaan sampai masa penjajahan Kolonial Belanda.

TRIBUN WIKI: Sejarah Pelabuhan Belawan dari Masa Kerajaan hingga Kolonial Belanda
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Kedatangan penumpang KM Kelud asal Batam setibanya di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Medan memiliki banyak cerita sejarah, baik itu sejarah kerajaan maupun sejarah arsitektur gedung peninggalan kerajaan maupun Kolonial Belanda.

Dapat dikatakan juga bahwa Kota Medan tak bisa terlepas dengan peninggalan kerjaan yang ada di Medan dan peninggalan kolonial Belanda, hari Kamis (30/5/2019).

Bangunan-bangunan sejarah yang ada di Kota Medan menjadi daya tarik wisatawan. Baik dari segi arsitekturnya yang bisa menjadi instagramable untuk berswafot, baik dari segi cerita sejarahnya yang memiliki news velue serta pengetahuan.

Salah satunya Pelabuhan Belawan yang ada di Kota Medan.  Pelabuhan ini memiliki nilai sejarahnya bagi Kota Medan pada masa kerajaan sampai masa penjajahan Kolonial Belanda.

Dahulu, masa kerajaan pelabuhan ini disebut Labuhan Deli, dan Labuhan Deli ini merupakan cikal bakal Pelabuhan Belawan.

Kedatangan penumpang KM Kelud asal Batam  setibanya di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Kedatangan penumpang KM Kelud asal Batam setibanya di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Labuhan Deli dulunya terletak di tepi Sungai Deli. Labuhan ini juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Deli yang kesohor di kawasan Sumatra Timur pada masa kerajaan Deli. Tahun 1915, pelabuhan Labuhan Deli dipindahkan ke Belawan yang terletak di tepi Sungai Belawan. Hal ini disebabkan air Sungai Deli mulai dangkal, sehingga menghambat kapal masuk alur Sungai Deli menuju Labuhan Deli.

Berpindahnya ke Belawan, Pelabuhan juga berganti nama yang menjadi pelabuhan Gudang Arang. Kemudian nama itu tak menjadi lama dan diganti menjadi serta terkenal dengan sebutan pelabuhan Belawan Lama. Saat itu, pelabuhan Belawan masih berfungsi sebagai terminal Kargo umum dan sebagian menjadi pangkalan TNI angkatan Laut).

Pada masa penjajahan Kolonial Belanda di Indonesia, Belanda membangun dermaga Belawan lama hingga mencapai panjang 602 meter dan lebar 9-20 meter. Oleh Belanda, dermaga Belawan lama dipergunakan untuk sandar berbagai jenis kapal, baik kapal kargo maupun kapal panumpang. Pada tahun 1938, Pelabuhan Belawan menjadi pelabuhan terbesar di wilayah Hindia Belanda.

Kedatangan penumpang KM Kelud asal Batam  setibanya di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Kedatangan penumpang KM Kelud asal Batam setibanya di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Karena aktivitas Pelabuhan Belawan semakin meningkat, pada awal tahun 1980, pemerintah mulai menyusun rencana pembangunan terminal peti kemas di Gabion, Belawan. Pembangunan tersebut didanai oleh Bank Dunia. Hasilnya, terminal peti kemas Belawan mulai beroperasi pada tanggal 10 Februari 1985.

Awal tahun 2013, Pelabuhan Belawan mampu melayani arus bongkar muat peti kemas hingga 1,2 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun dan akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 2 juta TEUs per tahun.

Halaman
1234
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved