Komunitas Sumatera Airsoft Club, Bergerak Dalam Ketatnya Peraturan Kapolri

Untuk berlatih dan meningkatkan ketangkasan, teman teman bergabung dan dibina oleh Batalyon Kavaleri (Yonkav) 6/NK.

Komunitas Sumatera Airsoft Club, Bergerak Dalam Ketatnya Peraturan Kapolri
TRIBUN MEDAN/HO
Komunitas Sumatera Airsoftgun saat beraksi di Batalyon Kavaleri 6/Naga Karimata yang berlokasi di Jalan Asam Kumbang, Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sumatera Airsoft Club (SAC), bisa dibilang merupakan salahsatu komunitas airsoft yang aktif cukup lama di Kota Medan. Olahraga yang menyimulasikan kegiatan militer dan kepolisian ini dibentuk pada tahun 2006 sebagai wadah penggemar senjata replika.

Dalam bergerak, SAC tidak sendiri. Untuk berlatih dan meningkatkan ketangkasan, teman teman bergabung dan dibina oleh Batalyon Kavaleri (Yonkav) 6/NK yang berlokasi di Jalan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

"Jadi setiap hari Minggu kami bermain bersama teman-teman dari klub dan Yonkav 6/NK juga. Kami main di obstacle yang dimiliki Yonkav, dan sesekali main di luar juga," ujar Johan, anggota Komunitas SAC kepada Tribun Medan, Rabu (12/6/2019) siang.

"Kalau ada waktu luang itu, mainnya pindah nyoba di medan tempur yang baru seperti di Hillpark Sibolangit dan Mickey Holiday Brastagi, sekalian refreshing," sambungnya.

Johan yang sempat menjadi ketua komunitas pada tahun 2016 ini berujar kegiatan yang mereka geluti diawasi secara ketat oleh Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2012 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Untuk Kepentingan Olahraga. Semua hal yang menyangkut unit airsoftgun diatur secara ketat.

Peraturan tersebut meliputi jenis senjata, jarak tembak, amunisi (ball bullet) bahkan sampai ke penyimpanan unitnya. Oleh karena itu, setiap anggota SAC yang saat ini aktif sebanyak 28 orang wajib mematuhi Perkap.

"Semua harus detil, bang. Pedomannya, jarak tembak itu tidak boleh dibawah 10 meter, dengan kecepatan tembak yang diatur yakni 450 feed per second (fps). Andai jaraknya 5 meter, kita minta lawan untuk menyerah (kalah) saja," ujar Johan.

Sebab dengan tembakan pada jarak dekat, dikhawatirkan akan melukai lawan dan membuat makna olahraga hilang. Barangkali dengan tembakan yang dekat, akan memunculkan emosi bagi lawan sehingga terjadi konflik diantara teman-teman.

"Makanya sejak awal, karena ini kegiatan positif wajib menjunjung tinggi sportifitas. Yang kalah mesti ngaku kalah dan yang menang jangan jemawa. Kita di sini sifatnya have fun," ujar Johan.

Lebih jauh Johan pun menerangkan spesifikasi unit airsoftgun yang dimainkan oleh Komunitas Sumatera Airsoft Club. Unit airsoftgun terbagi dua jenis, yakni senjata tangan dan senapan.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved