Ujian Online Masuk SMA Negeri di Sumut Bermasalah, Kepsek SMAN 5: Ada Gangguan Server

Puluhan calon siswa dan siswi yang ingin masuk di SMA Negeri 5 Medan terkendalam dalam mengikuti ujian seleksi pada sesi pertama dan kedua.

Tribun Medan/Muhammad Fadli Taradifa
Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Harris Simamora saat memberikan keterangan, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Puluhan calon siswa dan siswi peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 5 Medan terkendala dalam mengikuti ujian seleksi pada sesi pertama dan kedua, Jumat (14/6/2019).

Ditundanya ujian seleksi tersebut dikarenakan adanya gangguan pada server ujian online yang dikabarkan masih menggunakan server Dinas Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Sekolah SMAN 5 Harris Simamora mengatakan, waktu sesi pertama tadi anak-anak ujian kita coba sesuai jadwal 08.30 WIB.

"Kami online kan ke server, namun ditolak (tidak dapat diakses). Dicoba terus, namun tidak bisa. Akhirnya berjalan 45 menit, lalu saya telpon Kacabdis untuk dibuatkan berita acara kalau apa bapak tunda."

"Nanti kami tentukan lagi kapan mereka ujian. Jadi akhirnya, semua bukan hanya SMAN 5, ternyata Sumatera Utara sesi pertama ini gagal. Makanya ada kami tadi di kirim pesan lewat WA kan, sesi pertama dan ke dua untuk kota Medan ditunda dulu. Sudah kami sampaikan kepada anak-anak dan orang tua," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Pria yang menggunakan baju batik berwarna biru ini menjelaskan, penjelasan tersebut telah disampaikan dengan membariskan anak-anak dan didengar juga oleh orang tua wali si anak.

"Dengan dibariskan di lapangan, diberi penjelasan dan mereka sudah pulang. Kita beritahukan seperti itu bukan kita salah, karena itu (kesalahan) server Provinsi Sumatera Utara. Server tersebut tidak muat untuk semua."

"Memang dari awal sudah dikeluhkan itu, waktu kami bimtek itu gak muat servernya. Makanya itu ujian ini dibagi. Jika dari awal rencana satu hari saja, ternyata sudah dua hari pun kejadian masih seperti ini," ungkapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, pada Jumat (14/6/2019) ujian seleksi tersebut diikuti puluhan calon siswa dan siswi.

Data yang dihimpun, untuk gelombang pertama ada 20 orang dan gelombang ke dua ada 54 orang.

"Tidak perlu risau. Ada jalan keluar nanti. Nanti pasti ujian di sesi 3-4 pada pukul 14.00 WIB. Server ini beda dengan UNBK yang setiap sekolah memiliki server sendiri. Ini masih menggunakan server Dinas Provinsi Sumatera Utara. Untuk kepanikan dari siswa pasti ada. Jangankan siswa, saya saja panik," katanya.

Usai gagal melaksanakan ujian sesi pertama dan kedua, para calon siswa dan orang tua sudah tidak berada di SMA Negeri 5. (mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved