Penggemar Aikido di Medan Undang Hiroaki Kobayashi, Asah Skill Beladiri Steven Seagel

peminat Aikido berkumpul menantikan Sensei (sebutan guru) Hiroaki Kobayashi memberikan modul teknik dasar Aikido.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sejumlah peserta seminar Aikido memberikan hormat kepada Foto Morihei Ueshiba, pencetus seni beladiri di Gedung FK UINSU Medan, Minggu (16/5/2019) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak banyak yang tahu peminat seni bela diri Aikido di Medan cukup banyak.

Ya, memang mereka tak bisa dilihat seperti peminat bela diri lainnya layaknya Pencak Silat, Karate, Muaythai ataupun Tinju yang saban diajarkan dalam ekstrakuler sekolah dan kampus. Peminat Aikido di Medan bagaikan bergerak 'dalam tanah'.

Namun pemandangan berbeda dilihat Tribun Medan pada Minggu (16/6/2019) di Aula Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran UISU Medan.

Kali ini 60-an peminat Aikido berkumpul menantikan Sensei (sebutan guru) Hiroaki Kobayashi memberikan modul teknik dasar Aikido.

Dengan seksama, peminat Aikido yang berasal dari berbagai kelompok umur ini duduk di matras, memberikan penghormatan kepada Morihei Ueshiba, pencetus AIkido pertama kali di dunia pada tahun 1800.-an sebelum memulai seminar.

"Jadi Hiroaki Kobayashi ini kita undang untuk datang ke Medan. Kita ingin membalas kerinduan bagi penggemar Aikido yang masih pasang surut di Medan. Sebab tahu sendiri, ini bukan olahraga prestasi KONI. Kita bergerak masing-masing," ujar Dedi Dwi Putra salahsatu penggemar beladiri campuran yang hadir dalam seminar itu.

Demonstasi yang diberikan oleh Hiroaki terbilang cukup unik. Setiap memulai mengajarkan latihan sparing partner pada peserta, ia tak lupa meminta peserta untuk menundukkan kepala. Hal itu dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap lawan tarung.

"Jadi kita diajarkan sampai 15 materi tarung mulai dari menggunakan bokken (pedang kayu) dan Tanoto (pisau kayu). Saya sampai kewalahan lihat sulitnya ini," ujar Dedy membasuh keringatnya.

Bagi Dedy, ini pengalaman berharga yang tidak boleh disia-siakan. Apalagi materi seni beladiri yang dipopulerkan Steven Seagel ini adalah jurus jurus yang sangat penting dimiliki oleh manusia.

Dalam seminar Aikido tersebut, Hiroaki mengajarkan beberapa materi seperti bagaimana melepaskan diri dari ancaman senjata tajam. Ia juga mengajarkan bagaimana menggunakan tongkat saat menyerang ataupun diserang lawan.

"Materinya sangat penting. Ini bisa menjadi penerapan diri terhadap pribadi kita, untuk jaga diri bilamana seseorang yang jahat datang menyerang, banyak tips yang diajarkan," ujar pria yang berprofesi sebagai dokter ini.

"Kalau sering nonton film Steven Seagel, Nah, ini lah dia," sambungnya.

Salahsatu penggemar Aikido cilik adalah Syifa. Ia yang datang bersama orangtua tampak fokus mematangkan teknik dasar beladirinya. Bagi siswi kelas 3 sekolah dasar ini, belajar Aikido adalah pengalaman baru.

"Sama ayah kemari. Baru aja lihat kayak gini. Pengin coba lagi kalau ada," ujarnya dengan wajah malu-malu.

Dalam kesempatan seusai menutup seminar, Hiroaki Kobayashi yang ditemui Tribun Medan menjabarkan metode pelatihan yang diajarkan adalah teknik dasar pada pagi hari. Dilanjutkan siang hingga sore untuk mengasah keterampilan tongkat dan pisau kayu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved