Dua Kelompok Remaja Bertikai di Jalan Mojopahit Baru, Warga Sekitar Ketar-ketir

Korban dari salah satu kubu yang berseteru itu, tampak alami luka-luka di sebagian tubuh akibat pukulan benda tumpul.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/HO
Suasana saat tawuran berlangsung di Jalan Mojopahit Baru, Medan, Senin (17/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi tawuran antara dua kelompok remaja yang berjumlah puluhan orang terjadi di Jalan Mojopahit Baru, Kota Medan, pada Senin (17/6/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam video amatir yang beredar, terlihat salah seorang musuh dari kedua kelompok yang bertikai, tampak sudah terduduk di aspal dalam kondisi tak berdaya.

Sepeda motor yang diduga digunakannya, juga tampak sudah tergeletak dipinggir jalan dan dilempari oleh lawan.

Tak lama setelah salah satu rekannya tergeletak lemas karena habis dipukuli sang lawan, temannya bukan langsung menyelamatkan. Mereka lebih memilih berlari untuk melawan balik kubu musuh.

Korban dari salah satu kubu yang berseteru itu, tampak alami luka-luka di sebagian tubuh akibat pukulan benda tumpul.

Pascakejadian, dilokasi banyak bekas-bekas batu yang berserakan di sepanjang Jalan Mojopahit Baru tepatnya di dekat persimpangan jalan.

Menurut keterangan dari salah seorang penjual makanan di sekitar lokasi kejadian, mengatakan bahwa kubu yang berseteru salah satunya diduga dari kubu Warung Mabes Kedai Husni.

"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB, ada dua kubu yang tawuran. Salah satu kelompoknya, kalau nggak salah anak sekolah Santo Thomas 1. Mereka sering ngumpul di warung Mabes," kata Wanita mengenakan pakaian merah polkadot yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.

"Mungkin sekitar 20-30 menit ada tawurannya. Mereka lempar-lemparan batu. Ada mobil yang kena bagian kaca belakang pecah," sambungnya.

Wanita berbaju merah polkadot ini menceritakan awalnya sebelum tawuran, mereka yang berada di Warung Mabes sedang berbincang-bincang. Tak lama kemudian datang lawannya menyerang. Hingga warga sekitar ikut untuk membantu memisahkan dan tak lama kemudian dua mobil polisi datang untuk memisahkan tawuran yang terjadi.

"Tawur-tawuran memang sering disini. Makanya kadang kita was-was pas jualan, takut jadi korban," ujarnya.

Sementara itu, saksi lainnya yang merupakan warga sekitar mengatakan bahwa dirinya dari dalam rumah tiba-tiba dengar suara geber-geber sepeda motor.

"Saya tahu itu anak geng motor. Mereka ada dua kubu dan rumah saya posisinya di tengah-tengah. Nah saat kejadian, semua warga sudah banyak yang keluar tapi tidak berani bertindak sama sekali," kata wanita bertubuh tinggi yang tidak ingin sebutkan namanya tersebut.

"Nah saya memikirkan itu, kemudian saya keluar dan dari arah kanan saya coba untuk menyerang lawannya. Memang kata mereka, mereka diserang. Disitu simpang ada tempat tongkrongan. Terus saya berusaha berada di tengah-tengah masuk di antara kerumunan. Saya asli di tengah pegang kayu, karena mobil saya berada di antara kerumunan mereka," sambungnya.

Wanita bertubuh tinggi ini, menceritakan dirinya melihat para anak yang tawuran membawa batu-batu besar. Dirinya sempat menyuruh kedua belah pihak untuk saling menahan diri. Tak lama kemudian, rupanya ada salah satu rekan mereka yang ketangkap oleh kelompok Mabes dan langsung dipukuli dan digebuki oleh lawannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved