Bintang Cilik dan Buddhis Idol Unjuk Kemampuan di Kantor Tribun Medan
Selain kedua penyanyi berbakat tersebut, ikut serta juga Putra dan Putri Sakya 2019, Evan Therelim dan Jocelyn Ang
TRIBUN-MEDAN.com - Suara merdu dipersembahkan oleh dua penyanyi Buddhis, yakni Bintang Cilik Buddhis 2019, Sydney Irene Kangdra dan Buddhist Idol 2019 Elita Juvania saat menyambangi Kantor Tribun Medan Jalan K.H. Wahid Hasyim Nomor 37, Kecamatan Medan Baru, dalam rangka audiensi sekaligus belajar tentang Media di era digital, Selasa (18/6/2019).
Selain kedua penyanyi berbakat tersebut, ikut serta juga Putra dan Putri Sakya 2019, Evan Therelim dan Jocelyn Ang, juga Founder Bintang Duta Buddhis, Eddy Jonson.
Eddy mengatakan bahwa Putra dan Putri Sakya 2019 yang baru resmi memegang gelar Duta pada bulan Mei lalu, sedang proses melaksanakan berbagai program kerja serta menambah wawasan keilmuan dengan cara Audiensi.
"Pemilihan Putra dan Putri Sakya ini sudah dilaksanakan selama 10 kali, kita start di tahun 2010 dan dilakukan pemilihan setiap bulan Mei, dan program kerja Duta Buddhis itu ada 3, pertama sebagai Duta Buddhis, kegiatan Buddhis, dan bakti sosial," katanya.
Menyadari pentingnya peranan Media di era digital, Eddy merasa Duta Buddhis perlu mengambil peran penting agar dapat diketahui dan menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya.
Duta Buddhis kata Eddy juga menjadi wajah ataupun pedoman hingga inspirasi bagi anak muda Buddhis lainnya sehingga segala perkembangan zaman juga harus diketahui dan disikapi oleh Duta dengan baik.
"Sejauh ini peran kita di dunia digital, kita sudah aktif membagikan video-video kegiatan maupun lagu-lagu Buddhis di channel Youtube, terakhir kami juga buat Buddhis short film yang kita ambil dari kitab suci," katanya.
Menanggapi hal tersebut pimpinan perusahaan Tribun Medan, Setiawan memberikan beberapa masukan hingga tips dan trik terhadap menciptakan karya yang bagus di media sosial.
"Harus sering-sering di update karya-karyanya, agar penggemar tidak lupa, karena popularitas itu tidak bisa disampaikan mulut kemulut, apalagi diera digital kita sudah difasilitasi dengan baik, jadi harus dimanfaatkan dengan maksimal," katanya.
Duta Buddhis, Evan Therelim menambahkan menjadi seorang Putra Sakya tidaklah mudah sebab musti mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar, dan senantiasa menjadi inspirator bagi anak muda Buddhis lainnya.
"Tanggungjawab pertama kita, wawasan tentang Buddhis haruslah luas dan harus update tentang informasi terbaru, selain itu kita juga bertanggungjawa untuk memahami dan peduli terhadap lingkungan sekitar dan pastinya harus memiliki jiwa percaya diri yang besar," katanya.
Aktif Laksanakan Kegiatan Sosial
Selain menjadi pedoman dan inspirator bagi anak muda Buddhis, Putra dan Putri Sakya atau Duta Buddhis mengemban tugas-tugas pokok yang rutin dilaksanakan. Satu diantaranya yaitu aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi.
"Kami akan adalah edukasi ke Padang Sidempuan tentang Bakti di era Millenial, agar di era Millenial ini anak muda tidak hanya fokus bermain gadget semata, namun dapat menciptakan karya dari situ," tutur Eddy
Evan Therelim menambahkan bahwa seminggu setelah menjabat sebagai Duta Buddhis, mereka sudah turun ke masyarakat melaksanakan pengabdian sekaligus berbagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bintang-duta-buddhis-mbi-medan.jpg)