Selamat Jalan Wak Labu Kami (Pendiri SMeCK Hooligan)

Suporter PSMS yang merupakan pentolan dari KAMPAK FC dan pendiri SMeCK Hooligan, Habonaran Hasibuan atau yang akrab disapa Wak Labu menghembuskan. .

INSTAGRAM
Habonaran Hasibuan atau yang akrab disapa Wak Labu semasa hidup. Pentolan KAMPAK FC dan Pendiri SMeCK Hooligan ini menghembuskan nafas terakhir, Selasa (18/6/2019) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - "Wak Labu...Wak Labu" kata-kata itu selalu diucapkan rekannya saat memanggilnya. Baik di saat menyaksikan PSMS Medan di Stadion Teladan maupun di luar stadion.

Namun sebutan Wak Labu itu tak akan terdengar lagi di Stadion Teladan maupun di luar stadion.

Suporter PSMS yang merupakan pentolan dari KAMPAK FC dan pendiri SMeCK Hooligan, Habonaran Hasibuan atau yang akrab disapa Wak Labu ini telah menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (18/6/2019) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Wak Labu menghembuskan nafas terakhirnya setelah mempertahankan hidup melawan sakit Jantung. Padahal ia masih terakhir masih aktif sebagai official tim Sepak Bola Putra Pra-PON Sumut.

Banyak kesan-kesan yang berharga didapat dari rekan-rekannya semasa hidup. Menurut rekannya Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, Wak Labu sosok yang loyalitas terhadap PSMS maupun bersama SMeCK Hooligan.

Lawren menyebut almarhum pernah menjual sepeda motornya untuk tour mendukung PSMS main di luar kandang. Semasa hidup, ia dan almarhum berjuang untuk membangun SMeCK Hooligan.

"Banyak suka duka yang saya alami bersama beliau. Dari kami mendirikan SMeCK Hooligan 2003 sampai pernah dia menjual sepeda motornya untuk mendukung PSMS. Ya artinya dia sangat loyal terhadap PSMS," ungkap Lawren.

Kini Lawren tak bisa lagi bertemu dengan rekannya itu. Padahal, ia selalu ada saat senang maupun susah. Bahkan, ketika menjelang kematian, Lawren mengatakan almarhum meminta jenguk saat penyembuhan di rumah sakit.

"Kemarin dia hubungi saya. Mana kau? Aku di rumah sakit ini lagi sakit aku. Nah di situ aku datang jenguk dia. Kemudian besoknya, dia dipindahkan ke rumah sakit yang lain karena tidak lengkap peralatan rumah sakitnya. Pas dipindahkan akupun jenguk dia lagi. Eh tadi sore keluarga hubungi saya bilang almarhum sudah meninggal," ungkapnya.

Ucapan belasungkawa juga tak terlepas dari kelompok suporter KAMPAK FC. Ketua KAMPAK FC, M Faisal mengatakan almarhum sudah lama tak aktif sebagai suporter PSMS.

Ia eksis saat Ketua SMeCK Hooligan Nata Simangunsong. Sudah lama memang Wak Labu tak kelihatan berdiri di atas pagar tribun penonton Stadion Teladan sebagai Panglima Aksi.

"Kami turut berbelasungkawa lah atas kepergian Wak Labu. Ya memang sudah lama tak terdengar nama beliau lagi di Teladan, setelah memasuki era pengurusan Pak Law. Enggak banyak yang bisa kusampaikan, semoga beliau tenang di tribun barunya. Dan buat keluarga yg ditinggal kan diberi ketabahan atas meninggalnya beliau," pungkasnya.

(lam/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved