Tragedi Pilu Sinar Bangun Setahun Berlalu, Jimmy Sidauruk Masih Dirundung Duka

Sejumlah Warga di Simanindo termasuk beberapa keluarga korban akan berdoa dan memperingati kejadian nahas tahun lalu itu di Pelabuhan Simanindo.

Tragedi Pilu Sinar Bangun Setahun Berlalu, Jimmy Sidauruk Masih Dirundung Duka
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Tiga bocah Warga Simanindo, Samosir menghidupkan obor sebelum doa bersama mengenang peristiwa tragedi KM Sinar Bangun 18 Juni 2018 di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMANINDO - Tepat 18 Juni 2018 lalu terjadi tragedi pilu Danau Toba atas tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba antara Simanindo Kabupaten Samosir dengan Tiga Ras di Simalungun.

Sejumlah Warga di Simanindo termasuk beberapa keluarga korban akan berdoa dan memperingati kejadian nahas tahun lalu itu di Pelabuhan Simanindo, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Selasa (18/6/2019) malam ini.
 

Peristiwa menyedihkan itu terjadi sore hari sekitar pukul lima sore tahun lalu. KM Sinar Bangun mengangkut 188 penumpang dari Pelabuhan Simanindo menuju Tiga Ras Simalungun mengakibatkan 3 orang yang pasti tewas dan 164 lainnya masih hilang hingga hari ini. 

19 lainnya selamat berkat pertolongan kapal KM Cinta Dame milik Marga Sinaga di Simanindilo. Sementara KMP Sumut II saat itu yang paling dekat dengan kejadian tidak tau bagaimana cara memberikan pertolongan.
 

Satu di antara korban Jaya Sidauruk (25), anak sulung Kepala Desa Simanindo Robert Sidauruk. Jimmy Sidauruk adik kandung korban, hingga saat ini mengaku masih merasakan pahitnya kehilangan seorang abang kandung.
 

"18 Juni mengingatkan akan sesuatu yang sangat-sangat tidak bisa diterima," ujarnya dari Palangkaraya ketika dihubungi Tribun-medan.com via telepon selular dari Samosir.
 

Kata Jimmy, sekitar Pukul 15 WIB dirinya masih berkomunikasi melalui telepon dengan ibunya. Jimmy yang baru saja lulus pada April 2019 dari Universitas Palangkaraya ini sempat menanyakan kabar Jaya Sidauruk, abangnya.
 

"Sekitar jam 3 pada 18 Juni tahun kemarin saya masih telponan dengan ibu saya. Dan saya masih tanyakan dimana keberadaannya. Dan ibu kami bilang, dia ada dirumah menonton tv dan tiduran. Sementara omak saya ada di acara pesta," kenangnya.
 

Kabar buruk kemudian ia dapati sekitar pukul 18 dari Media Sosial, ada kapal tenggelam di Simanindo. Jimmy awalnya tidak pernah menyangka kalau abangnya ikut tenggelam di kapal tersebut.
 

Pertama kali peristiwa yang membawa abangnya hilang itu diketahuinya dari aik perempuannya Adelina Sidauruk. Kabar yang dia dapat, Jaya abangnya ikut di dalam kapal.
 

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved