Tribun Wiki
Kuliner Malam di Medan, Ini 4 Makanan Harus Dicoba di Selat Panjang
Kira-kira, makanan apa saja yang harus dicoba saat berkunjung ke Jl. Selat Panjang? Yuk disimak!
TRIBUN-MEDAN.com-Setelah lelah beraktivitas seharian dan ingin menyelamatkan diri dari kepenatan, wisata kuliner bisa menjadi salah satu caranya.
Kota Medan terkenal dengan ragam kuliner yang nikmat, yang dijamin bikin lidahmu susah move on.
Termasuk jajanan malam yang, menjadi penyelamat saat rasa lapar datang di malam hari.
Kuliner Selat Panjang memang sangat terkenal di kalangan masyarakat Kota Medan. Beragam jenis street food ditawarkan di tempat ini, maka tak heran jika lokasi kuliner satu ini disebut sebagai surga kuliner malam di Kota Medan.
Lokasi kuliner selat panjang ini berada di sepanjang Jl. Selat Panjang Medan, terkenal dengan ragam makanan khas Chinese Food. Tapi bukan berarti di sini tidak tersedia makanan halal.
Kira-kira, makanan apa saja yang harus dicoba saat berkunjung ke Jl. Selat Panjang? Yuk disimak!
1. Mie Tiongsim (Non-Halal)
Kalau bicara kuliner Selatpanjang, salah satu gerai makanan yang paling diingat adalah Mie Tiongsim ini. Tak heran, pasalnya, gerai mie satu ini sudah berdiri sejak tahun 1960-an.
Seperti namanya, gerai ini menjual mie pangsit sebagai sajian utama. Terus apa sih yang membedakan dengan warung mie lainnya?
Yaitu kualitas dari mie itu sendiri. Mie Yiongsim khas dengan mienya yang halus, dan tekstur serta kekenyalannya yang pas.
Satu porsi mie pangsit disajikan dengan kuah kaldu yang khas, potongan daging ayam atau babi, pangsit rebut, bawang goreng, juga daun bawang. Soal rasa, nggak perlu dikhawatirkan. Untuk seporsi Mie Tiongsim, pengunjung harus membayar kisaran harga Rp 46 ribu.
2. Nasi Ayam Hainam SP 10
Bagi Anda yang tertarik makanan berat, kedai Nasi Ayam Hainam SP 10 bisa dijadikan pilihan.
Nasi gurih dengan suguhan daging ayam yang lembut, serta semangkuk sup.
Anda bisa memilih antara ayam goreng ataupun ayam rebus. Keduanya memiliki tekstur yang juicy, dan tentunya harum.
Yang semakin membuatnya spesial adalah, Anda bisa menikmati makanan ini dengan harga yang cukup terjangkau, kurang dari Rp 40 ribu.
Tersedia juga beberapa varian menu lain, seperti bubur ayam, bubur ikan, nasi perang, liong tahu, dan lainnya
3. Martabak Piring Murni (Halal)
Didominasi dengan sajian Chinese Food yang terkesan berat, kehadiran Martabak Piring Murni membuat street food Selat Panjang semakin beragam.
Seperti namanya, Martabak Piring Murni benar-benar dimasak menggunakan piring sebagai pencetaknya.
Bentuknya bulat, tipis, manis dan crunchy di mulut, membuat martabak ini banyak digemari orang-orang, khususnya anak muda Kota Medan.
Ada berbagai pilihan toping yang bisa Anda pilih, seperti, Coklat-Kacang, Coklat-Keju, Kacang-Keju, Coklat-Kacang-Keju, hingga yang polos.
Harganya mulai Rp 3500 – 6500 per buah.
4. Sate Padang Fadli
Sate padang mungkin sudah biasa, tapi Sate Padang Fadli di Selat Panjang ini berbeda, dengan ragam varian daging yang ditawarkan, yang akan sulit dicari di tempat lain.
Ada daging sapi, ayam, lidah, ati ampela, usus, atau sate kerang pun ada!
Potongan daging yang ditusuk, dengan kuah khas yang kental panas dan pedas akan membuat siapapun yang mencoba akan ketagihan.
Satu porsi sate padang disajikan dengan lontong juga taburan bawang goreng. Anda juga bisa menambahkan kerupuk jika ingin satu yang kriuk-kriuk di mulut.
Untuk satu porsi Sate Padang Fadli, pengunjung dikenakan biaya kisaran Rp 25 ribu.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mie_tiongsim.jpg)