News Video
Pakai Jaket Grab, Caleg DPRD Medan Terplih Ngamen di Lampu Merah hanya dapat Rp 2000
Caleg DPRD Kota Medan terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Erwin Siahaan mengamen di persimpangan lampu merah Kota Medan
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Caleg DPRD Kota Medan terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Erwin Siahaan mengamen di persimpangan lampu merah Kota Medan.
Aksi unik ini ia lakukan dengan menggunakan jaket Grab, kaca mata hitam dan celana berwarna cokelat.
Diwawancarai www.tribun-medan.com, Erwin mengaku mengamen untuk membantu teman-temannya mencari uang.
"Mau bantu mereka dapat uang. Mereka (pengamen) kawan saya dulu saat saya sopir angkot 54, 103, 104 dan taksi Blue Bird," ucap Erwin, Kamis (20/6/2019).
Baca: Setelah Berikan Ciuman, Suami Dorong Istrinya yang Hamil dari Tebing 34 Meter saat Pelesiran
Baca: Pembunuhan Sadis, Pisau Bengkok saat Dihunjamkan, Pelaku Buang Jimat lalu Menghabisi Nyawa Pria Ini
Tonton aksi Erwin Siahaan;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Driver Grab Jadi Anggota Dewan, Erwin Siahaan Ingin Antar Kelender Kampanyenya ke Warga Medan. .
Kisah Sukses Erwin Siahaan, Driver Ojol yang Menjadi Anggota DPRD Medan, TONTON VIDEO. .
Driver Grab Jadi Anggota DPRD Medan, Erwin Siahaan Bawa Bendera PSI ke Makam Sang Ibunda. .
Namun, Erwin gagal memperoleh uang banyak.
Diceritakannya, selama lima kali lampu merah dia hanya dapat Rp 2 ribu.
"Ternyata susah, lima kali lampu merah cuma dapat Rp 2 ribu. Aku kasih langsung uangnya ke dia (pengamen asli)," sambungnya.

[Hoaks] Wahana Ekstrem yang Viral di Medsos Ternyata Editan Digital
[HOAKS] Edy Rahmayadi Ingin Sumpal Mulut Polisi Pakai Granat kerena Bubarkan Takbiran Warga
Gagal mengamen, Erwin lantas ingin mencoba keberuntungan lain.
Ia mau menjadi loper koran di Jalan Karya Wisata, Johor.
"Bantu kawan-kawan, aku mau coba jual koran. Dulu tinggal di Karya Wisata, mau jual ke sana," tutur Erwin.

HARIS Azhar Ogah Bersaksi di MK, Sebut Jokowi dan Prabowo Sama-sama Pelaku Pelanggaran HAM
Saksi Prabowo Asal Sumut Ternyata Berstatus Tahanan Kota, Ungkap Ketidaknetralan Polisi. .
Sekadar informasi, nama Erwin Siahaan mendadak terkenal karena berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Medan dari PSI.
Ia tak diperhitungkan karena saban hari bekerja sebagai driver Grab.
Erwin Siahaan menjelaskan kesehariannya.
Ia mengatakan, selama periode kampanye, Erwin kerap pulang larut malam, bukan karena 'kejar setoran' melainkan narik penumpang sembari bersosialisasi di masyarakat.
"Saya sering pulang malam, kadang pukul sepuluh malam kadang jam sebelas malam. Saya gunakan waktu sebaik-baiknya narik sambil berkampanye," katanya, Senin, (13/5/2019).
Gibran Tanggapi Video HS yang Ingin Penggal Kepala Presiden Jokowi
Daftar 50 Caleg yang Diprediksi Menjadi Anggota DPRD Medan 2019- 2024
Di waktu luang, Erwin kerap mengunjungi kedai-kedai kopi di seantero kampungnya, bersosialisasi sambil menebar brosur dan kartu nama.
Pria berdarah Batak ini terpilih menjadi Anggota DPRD Medan, ia berkomitmen untuk terus menjadi pengemudi ojol meskipun telah terpilih menjadi 'penghuni parlemen'.
"Saya nanti habis tugas di hari Sabtu atau Minggu akan tetap narik, sambil berbincang dan mendengarkan aspirasi masyarakat," katanya.
Suami dari Elvi Br Purba ini mengatakan, ia sama sekali tidak merasa minder tatkala dirinya akan berstatus menjadi wakil rakyat.
"Kita tidak minder. Mengapa harus minder? Kalau kita merampas hak orang baru lah kita minder, ini kan hasil jerih payah kita," ucapnya.

Erwin mengungkapkan tekadnya menjadi Anggota Dewan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terutama di daerah pemilihannya.
"Saya akan suarakan apa kesulitan terutama yang saya alami dan orang-orang alami. Jalan-jalan di sekitar kampung kami ini harus diperbaiki, drainasenya juga harus bagus," katanya.
Sementara itu, kerabat Erwin yang disebut ito (saudara perempuan dalam adat Batak), Riris Aritonang mengatakan perilaku sehari-hari saudaranya itu.
Menurutnya Erwin tidak terlalu menonjol di sekitar rumahnya namun ia dikenal mudah bergaul.
"Dia ini mudah bergaul dan gigih. Ketika kampanye tidak pernah memaksa, yang mau memilih terimakasih yang tidak memilih terimakasih," pungkasnya.
(hen/tribun-medan.com)