Presiden Pilot AS Bongkar Alasan Boeing Rahasiakan Fitur Terbaru MCAS di Pesawat 737 MAX
Dia menuding perusahaan raksasa itu lebih berfokus melindungi produknya, MAX, daripada melindungi orang yang menggunakan produk tersebut.
Presiden Pilot AS Bongkar Alasan Boeing Rahasiakan Fitur Terbaru MCAS di Pesawat 737 MAX
TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden asosiasi pilot AS memberi kesaksian di hadapan anggota parlemen yang menyelidiki keamanan Boeing 737 MAX 8.
Dia adalah salah seorang pilot yang mengkritik Boeing merahasiakan fitur baru kepada pilot.
Daniel Carey, presiden asosiasi pilot Amerika Serikat dijadwalkan untuk bersaksi dihadapan subkomite di parlemen AS yang bertanggung jawab menyelidiki Boeing dan pesawat 737 Max 8, yang dilarang terbang sejak pertengahan Maret pasca dua kecelakaan fatal dengan korban tewas seluruhnya 346 orang.
Olla Ramlan Bagikan Kisah Awalnya Putuskan Berhijab, Sempat Khawatir Suami Bakal Berpaling
Ulik Fakta Sidang Sengketa Ketiga Pilpres - Hakim Ancam Usir Bambang hingga Munculnya Saksi Ilegal
Oknum Driver Online Blak-blakan Alasan Kenapa Mengintip Gadis di Kamar Mandi Kos
YUSRIL Ihza Mahendra Ogah Bertanya pada Keponakan Mahfud MD: Ini Orang agak Ngeyel
Udar 5 Fakta Lokalisasi di Sunan Kuning, Beginilah Curhat PSK yang Raup Uang Rp 7 Juta per Bulan
Viral, Surat dari Sekolah Dasar pada Orangtua Murid setelah Ujian Selesai, Isinya Luar Biasa
Akhirnya Terkuak Motif Pembunuh Karyawati Bank Mandiri Syariah, Suami Istri Sembunyi di Medan
Menilik Kabar Ucok Baba Terkini, Tekuni Profesi sebagai YouTuber dan Raih Prestasi
Pilot tersebut sebelumnya menyebutkan Boeing membuat kesalahan saat mendesain 737 MAX dan tidak memberi tahu pilot tentang fitur otomatis pengendali terbaru yang dipasang di pesawat.
Menurutnya, Boeing berupaya meminimalisir biaya pelatihan pilot untuk maskapai yang ingin membeli 737 MAX.
INSTAGRAM Terkini - Ingin Unggah Video di Instagram dengan Durasi Lebih dari 1 Menit, Begini Caranya
Yusril Ihza Mahendra Cecar Kuasa Hukum Prabowo-Sandi: Saksi Belum Ada Namanya, Kok Sudah Diancam
LAKALANTAS Maut - Satu Keluarga Tewas, Ini Kronologi Tabrakan Bus Sempati Star vs Xenia
Viral Surat Keterangan Tak Mampu, Warga Gunungkidul Teken Pernyataan Siap Dikutuk sesuai Agama
Bermuasal Tanah 1,5 Hektare, ST Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Keluarga Pensiunan Polisi
Polisi Bripka Agus Dikeroyok 2 Orang Ngaku Anggota Ormas, Gigi Depan Bagian Atas Sampai Copot
Ini Nazar Ustaz Haikal Hassan Sang Jurkam Prabowo-Sandi bila Pasangan 02 Menangkan Sengketa Pilpres
Girls Squad Hadir di Pertunangan Jessica Iskandar, Keberadaan Chacha Frederica Dipertanyakan
Alasan ini berakibat fatal dan menyebabkan dua kecelakaan fatal serta berdampak pada ‘krisis kepercayaan' publik terhadap keamanan penerbangan.
Chesley "Sully" Sullenberger, kapten yang berhasil melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson 2009 lalu, juga akan turut memberi kesaksian.
Dia menuding perusahaan raksasa kedigantaraan itu lebih berfokus melindungi produknya, MAX, daripada melindungi orang yang menggunakan produk tersebut.
Ragam Aplikasi Smartphone yang Paling Populer di Dunia, Apakah Kamu Punya di Handphone-mu?
Trik-trik Keluar dari Grup WhatsApp secara Sembunyi-sembunyi tanpa Ketahuan Anggota Lain
Kronologi 7 Orang Tewas tatkala Bersihkan Septic Tank Hotel, Tanpa Gunakan Peralatan Memadai
Shandy Aulia Hamil seusai 7,5 Tahun Menunggu, Sebut Calon Anaknya Special Edition dari Tuhan
Pengusaha Kaya Bikin Berita Hoaks soal Istrinya hingga Dipecat dari Pekerjaan, Ternyata Ini Motifnya
Viral, Remaja Putri 13 Tahun Dinikahi 41 Tahun di Sidrap Sulawesi Selatan
Begini Akhir dari Drama Aksi Koboi Pengemudi BMW yang Acungkan Senjata Api di Jalanan
Fadel Islami Unggah Foto saat Beri Kejutan ke Muzdalifah, Kondisi Kamar Tidur Mereka Jadi Sorotan
Boeing rahasiakan fitur bermasalah
Komentar Sully menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan Boeing untuk memenangkan kembali kepercayaan para pilot.
April lalu, CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengakui bahwa pilot, pada akhirnya adalah kunci untuk menumbukan kembali kepercayaan penumpang yang enggan terbang.
Namun sekarang pilot berbalik menuding bahwa Boeing merahasiakan fitur bermasalah, ketika tidak memberitahukan secara langsung permasalahan piranti lunak MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System), hingga terjadi dua kecelakaan yang melibatkan Lion Air, Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines lima bulan kemudian.
Pasca-kecelakaan Lion Air, demi alasan keselamatan banyak pihak mendesak agar 737 MAX dilarang terbang, namun ketika itu asosiasi pilot AS masih menyatakan mempercayai keamanan pesawat.
Belakangan Boeing mengakui sistem peringatan MCAS keliru menggukur kecepatan pesawat, dan sensor peringtaan untuk kesalahan itu ternyata tidak berfungsi.
Disebutkan, Boeing menyadari kesalahan tersebut lebih dari setahun, sebelum memberitahukan itu kepada Badan Penerbangan Federal AS , FAA, atau maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat itu.
Kelalaian inilah yang membuat banyak pilot marah.
Salah seorang pilot American Airlines, Jason Goldberg mengatakan bahwa sistem peringatan itu adalah "salah satu hal yang membuat kami awalnya yakin untuk mengeluarkan pernyataan bahwa kami tetap senang melanjutkan penerbangan dengan pesawat itu.
Belakangan (diketahui), ternyata itu tidak benar.”
Apa dampak kesaksian pilot?
Hesaksian Carey hari Rabu (19/06/2019) akan menarik perhatian untuk MCAS.
Piranti ini dirancang agar pilot yang mengemudikan MAX seolah-olah tetap merasa menerbangkan pesawat model 737 yang biasa, meskipun mesin pesawat MAX 8 lebih besar dan ditempatkan lebih condong ke depan, sehingga mengubah aerodinamika pesawat.
"Ini adalah cacat desain yang fatal yang dibangun di dalam pesawat saat berada di pabrik,” kata Carey dalam sebuah wawancara seperti dilansir AP.
Carey mengkhawatirkan pelatihan terkait pembaharuan sistem MCAS bagi pilot tidak cukup komprehensif.
Dia juga menegur orang-orang yang merasa yakin bahwa kecelakaan itu tidak mungkin terjadi di Amerika Serikat.
Anggapan tersebut, dinilainya, sombong dan tidak menghargai pilot asing.
Carey dan Sullenberger mempertanyaan independensi FAA dari Boeing dan perusahaan aviasi lain yang diaturnya. Maret lalu, Sullenberger menuliskan bahwa hubungan itu terlalu nyaman, dan dia secara khusus mengkritik FAA yang dinilainya terlalu bergantung pada pegawai perusahaan untuk melakukan inspeksi dan uji keselamatan.
Sidang Rabu ini menjadi persidangan kongres ketiga terkait MAX.
Dua sidang sebelumnya lebih berfokus kepada pengawasan FAA terhadap Boeing dan apakah pengawasan itu sudah cukup ketat.
Namun, tidak seorang pun dari Boeing dijadwalkan bersaksi.
Boeing sedang berusaha untuk memenangkan hati para pembuat kebijakan untuk menyetujui 737 Max, pesawat dengan penjualan terbaik selama ini, untuk dapat terbang kembali.
Boeing juga berusaha untuk meraih kepercayaan publik kembali setelah beberapa survei membuktikan penumpang menghindari naik pesawat tersebut. (*)
Presiden Pilot AS Bongkar Alasan Boeing Rahasiakan Fitur Terbaru MCAS di Pesawat 737 MAX
Artikel ini sudah tayang di dw indonesia berjudul: Pilot Pengkritik Keamanan Boeing Bersaksi di Hadapan Parlemen AS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-boeing-737-max8-tribun-medancom_20160319_130101.jpg)