Tribun Wiki

5 Destinasi Wisata Sejarah Suku Batak Toba di Samosir dan Tobasa

Wisata nggak melulu harus mengunjungi tempat-tempat yang menyuguhkan pemandangan alam yang eksotis.

Tayang:
Pesona Indonesia
Huta Siallagan 

TRIBUN-MEDAN.com - Wisata nggak melulu harus mengunjungi tempat-tempat yang menyuguhkan pemandangan alam yang eksotis.

Kita juga bisa melakukan wisata sejarah, untuk mengenal lebih dekat budaya lokal dan yang pastinya bakal seru!

Jika kamu sedang menghabiskan waktu libur di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, dan ingin belajar tentang sejarah Suku Batak Toba, beberapa tempat berikut bisa dijadikan pilihan.

Apa saja? Yuk disimak!

1. Museum Batak Balige

Museum Batak di Balige, Tobasamosir.
Museum Batak di Balige, Tobasamosir. (Silfa Humairah)

Museum Batak didirkan oleh T. B. Silalahi, dan diresmikan di Balige pada tanggal 18 Januari 2011 oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Lokasi wisata satu ini terletak di Jalan Pagar Batu No 88 Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara.

Saat berkunjung ke tempat ini, kamu akan mempelajari sedikit budaya batak, mulai dari koleksi peninggalan bersejarah, kearifan lokal hingga aksara Batak.

Ada miniatur Huta Batak (kampung batak) yang berisi rumah tradisional batak Toba yang sudah berusia ratusan Tahun.

Setibanya di tempat ini, pengunjung akan disambut miniatur Danau Toba dan sebuah patung Raja Batak terbuat dari perunggu setinggi 7 meter sebagai Icon Museum.

2. Makam Tua Raja Sidabutar

Wisatawan tampak mendokumentasikan kuburan batu Raja Sidabutar di Tomok, Minggu (10/7/2016).
Wisatawan tampak mendokumentasikan kuburan batu Raja Sidabutar di Tomok, Minggu (10/7/2016). (Silfa Humairah)

Desa Ambarita adalah salah satu destinasi yang harus dikunjungi, jika ingin belajar budaya Batak Toba. Di sini terdapat kuburan batu Raja Sidabutar, tokoh yang dipercaya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir.

Makam Raja Sidabutar terbuat dari batu yang tertata sangat rapi, dengan warna merah, hitam dan putih yang mewarnai hampir seluruh area pekuburan.

Makam Raja Sidabutar terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat.

Makam batu ini juga tidak dikuburkan di dalam tanah, melainkan diletakkan di permukaan tanah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved