Tribun Wiki

Dr Joice Panjaitan, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang Ibu Rumah Tangga dan Dosen

Tantangan menjadi seorang dokter adalah saat memeriksa pasien sebab dibutuhkan kesabaran.

Dr Joice Panjaitan, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang Ibu Rumah Tangga dan Dosen
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Dokter Joice Sonya Gani Panjaitan, SpKK di ruang kerjanya. 

TRIBUN-MEDAN.com-Dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) merupakan dokter yang fokus menangani beragam masalah pada kesehatan kulit dan kelamin, baik wanita maupun pria. Tidak semua masalah kulit dan kelamin bisa ditangani oleh dokter umum, sehingga peran dokter spesialis kulit dan kelamin sangat diperlukan.

Seorang dokter kulit dan kelamin memiliki pengetahuan dan keterampilan klinis untuk menangani penyakit kulit dan kelamin. Mulai dari menentukan diagnosa penyakit, hingga pemberian penanganan berupa obat-obatan hingga bedah kulit.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan, dr. Joice Sonya Gani Panjaitan, SpKK, mengatakan tantangan menjadi seorang dokter adalah saat memeriksa pasien sebab dibutuhkan kesabaran. Tentunya ia merasa senang bila pasien dapat sembuh dan bisa beraktivitas.

"Kami sebagai seorang dokter harus bisa mengedukasi pasien tentang penyakitnya, bagaimana perawatan kulit, bagaimana harus menjaga kulit. Jadi kalau perawatan kulit memang harus menjadi rutinitas kewajiban dan kebiasaan maka pasien akan senang dan enjoy dengan hasilnya," ujar dr. Joice.

Diakuinya, bukan hanya perempuan saja yang memperhatikan kulit, laki laki juga kini sudah menyukai perawatan kulit guna mendukung penampilan.

"Saat pasien memiliki keluhan dan sudah berobat tapi belum sembuh, pasien berhak diberi penjelasan. Otomatis kita bercerita mengenai penyakit seseorang itu, sehingga pasien mengerti, kita juga menjelaskan modalitas pengobatan apa saja bisa dalam bentuk krim-krim atau bahkan bedah," katanya.

Selain itu dr. Joice juga bertugas sebagai dosen dan ia termasuk anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski).

"Setiap tiga bulan itu kita ada pengabdian masyarakat dan nanti Bulan Agustus ada PIT
 (Pertemuan Ilmiah Tahunan) Perdoski di Medan dan tuan rumahnya itu di Medan," ucapnya.

Aktivitas yang padat mengharuskan dr. Joice membagi-bagi waktunya dalam pekerjaan dan keluarga.

"Waktu itu harus dibagi, yang pasti perlu komunikasi untuk mengatur waktu. Kalau dirasa-rasa waktu 24 jam sehari itu enggak cukup tapi dibawa enjoy saja," kata perempuan kelahiran Medan, 2 Oktober 1980 ini.

Dokter Joice Sonya Gani Panjaitan bersama keluarga.
Dokter Joice Sonya Gani Panjaitan bersama keluarga. (Dok. Pribadi)
Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved