Sepekan Pascatewas Mahasiswi Universitas Quality, Polres Tanah Karo Sudah Periksa 15 Saksi

Sudah 15 orang yang kita periksa. Mulai dari keluarga, tetangga, teman sehari-hari, sampai teman kampusnya.

Sepekan Pascatewas Mahasiswi Universitas Quality, Polres Tanah Karo Sudah Periksa 15 Saksi
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Seorang warga melihat lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan seorang mahasiswi di Gang Sempurna, Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe, Karo, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Seminggu pasca meninggalnya mahasiswi Universitas Quality Berastagi Sri Muliati, hingga saat Satreskrim Polres Tanah Karo terus mendalami kasus pembunuhan tersebut. Seperti yang diketahui sebelumnya, Sri Muliati ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumah kontrakannya, di Gang Sempurna, Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe, Sabtu (22/6/2019) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan SH, mengungkapkan pihaknya masih tetap melakukan penyidikan untuk mengungkap siapa dalang pembunuhan itu. Dirinya menyebutkan, hingga saat ini sedikitnya 15 orang telah diperiksa untuk dimintai keterangannya.

"Sudah 15 orang yang kita periksa. Mulai dari keluarga, tetangga, teman sehari-hari, sampai teman kampusnya," ujar Ras Maju, Minggu (30/6/2019).

Ras Maju mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dirinya menyebutkan, dari tahap tersebut mereka tidak melihat adanya tanda-tanda pencurian di rumah korban. Pasalnya, dari barang-barang berharga milik korban tidak ada yang hilang.

"Kita lihat tidak ada barang-barang yang hilang, masih kita dalami siapa pelaku apa motifnya," katanya.

Saat ditanya perihal bukti yang telah didapat hingga saat ini, dirinya menyebutkan belum ada mendapatkan bukti-bukti baru yang menunjukkan siapa pelaku perbuatan keji itu.

"Kalau bukti baru belum ada, kalau sudah jelas buktinya bisa cepat kita ungkap siapa pelakunya," ucapnya.

Informasi sebelumnya, Sri Muliati ditemukan tewas oleh tetangganya yang sebelumnya mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumahnya. Diketahui, Sri tinggal seorang diri di rumah yang berdempetan dengan para tetangganya itu.

Seorang warga sekitar Dasar Ginting, mengaku pada saat kejadian memang dirinya mendengar suara minta tolong. Saat melihat ke luar rumah, dirinya mendapati sudah ada beberapa warga yang berkumpul di depan rumah korban. Namun, belum ada satupun yang berani untuk mengecek ke dalam.

Karena semakin takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kemudian mereka memanggil Kepala Lorong (Keplor), dan penjaga rumah kontrakan tersebut untuk ikut melihat apa yang terjadi.

"Tapi sudah didobrak enggak ada juga yang berani masuk. Karena takut yang di dalamnya kenapa-kenapa adalah satu orang yang berani masuk. Pas dia masuk, terus dibukanya tirai kamar tiba-tiba dia lihat darah terus langsung keluar," tambahnya.

Dikarenakan tidak ada yang berani mengecek keadaan korban, dirinya mengaku mereka langsung menghubungi petugas polisi. Setelah datang petugas, dan melakukan pengecekan terhadap korban, ternyata yang bersangkutan sudah tidak bernyawa lagi.

Ras Maju kembali mengatakan, pada saat petugas datang ke TKP, pada tubuh korban didapati dua luka tusukan di bagian leher. Untuk selanjutnya, mereka membawa jasad korban ke RSU Kabanjahe untuk diautipsi. Kemudian, setelah dijemput oleh pihak keluarga, jasad Sri langsung dibawa ke kampungnya di Kecamatan Laubaleng.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved