Aipda Hasmion Milala Meninggal saat Bertugas, Janji Terakhirnya bikin Istrinya Tersedu-sedu
Dirinya mengaku, sebelum almarhum berangkat untuk melakukan penangkapan tidak ada tanda-tanda yang membuatnya curiga.
Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Seorang anggota Satres Narkoba Polres Tanah Karo Aipda Hasmion Milala, dikabarkan meninggal dunia saat melakukan penangkapan terhadap seorang pengedar narkoba, Jumat (28/6/2019) kemarin.
Kepergian almarhum, dirasa sangat mengagetkan seluruh orang-orang terdekatnya. Pasalnya, almarhum tidak pernah mengeluhkan jika dirinya sedang atau memiliki riwayat penyakit.
Orang-orang yang tentunya sangat merasa kehilangan atas kepergian almarhum, ialah keluarga besarnya. Diketahui, almarhum meninggalkan satu orang istri dan lima anak, serta dua cucu.
Istri almarhum Aipda Hasmion Milala, Willyati siallagan, mengaku sangat terpukul atas kepergian suaminya itu.
Dirinya mengaku, sebelum almarhum berangkat untuk melakukan penangkapan tidak ada tanda-tanda yang membuatnya curiga. Karena, saat itu almarhum masih sehat dan sempat makan siang bersama di rumah.
"Enggak nyangka, karena keluarpun minta siapkan celana pendek saja, seperti mau pergi biasa, karena malamnya piket. Pulang piket mandi ya biasa saja, kamipun sempat makan siang sama-sama karena bibik kan di rumah," ujar willyati, saat ditemui di rumah duka, di seputar simpang Nang Belawan, Kabanjahe, Senin (1/7/2019).
Willyati mengatakan, siang itu almarhum juga sempat mendapatkan kabar dari rekan-rekannya untuk pergi melakukan penangkapan di Kecamatan Tigabinanga.
Saat pergi, dirinya mengatakan almarhum Aipda Hasmion pergi seperti biasanya dan tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan.
Terlebih, almarhum pergi menggunakan setelan santai dengan celana pendek.
Willyati menyebutkan, kali itu almarhum juga tidak ada menitip pesan yang mencurigakan kepada dirinya.
Namun, ia mengaku jika almarhum sempat berjanji jika akan pulang ke rumah pukul 19.00 WIB.
Kemudian, setelah pulang akan membawakan anak ketiganya ke dokter untuk membuka jahitan luka karena terjatuh. Selanjutnya, almarhum mengajak mereka untuk makan malam bersama di luar.
"Sekira pukul 12.00 WIB almarhum pamit untuk berangkat ke Tigabinanga, tapi ya biasa saja. Nanti janji pun dia, tunggu aku pulang, nanti sama kita bawa ke klinik untuk buka jahitan, habis itu makan ke luar kita semua pukul 19.00 WIB," ungkapnya.
Willyati mengaku, memang tiga bulan terakhir ia merasa jika almarhum sangat royal kepada keluarganya.
Ia mengatakan, jika setiap minggu almarhum selalu mengajak keluarganya untuk pergi dan makan bersama di luar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keluarga-dan-rekan-aipda-hasmion-milala.jpg)